Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Bali Utama

Pasar Adat Blahkiuh Terbakar, Kerugian Tembus Miliaran Rupiah

Selasa, 02 May 2017 06:30

Pasar Adat Blahkiuh Terbakar, Kerugian Tembus Miliaran Rupiah

MEMBESAR: Api melahap bangunan Pasar Adat Blakiuh, Abiansemal, dini hari kemarin. (Dwija Putra/Radar Bali)

RadarBali.com – Memasuki musim kemarau intensitas musibah kebakaran di Pulau Dewata menunjukkan grafik meningkat. Musibah terbaru terjadi kemarin (1/5).

Api dilaporkan melahap bangunan Pasar Desa Adat Blahkiuh, Abiansemal sekitar pukul 00.25. Insiden itu mengakibatkan 15 kios ludes tanpa sisa. Ditaksir kerugian korban mencapai Rp 2 miliar lebih.

Terbakarnya pasar adat pertama kali diketahui penjaga pasar Gede Ardana, 34, dan IB Joni Adi, 35. Keduanya melihat asap mengepul dari kios nomor tiga milik I Putu Jelantik.

Tak lama kemudian muncul percikan api. Dalam waktu sekejap api merembet dan kian membesar. Kios Jelantik sendiri menjual sembako, minyak tanah, dan gas.

Saat kejadian ditaksir ada sekitar 40 tabung gas 3 kilogram. Yang berisi gas kurang lebih sebanyak 28 tabung. Sadar bahaya datang mengancam, keduanya lalu menghubungi pemadam kebakaran dari Pos Abiansemal.

Dua unit mobil pemadam datang pertama kali. Mobil lain menyusul. Pos Petang mengirim dua unit, Pos Mengwi satu unit, Pos Puspem satu unit, dan Pos Induk satu unit.

“Total ada 8 unit mobil damkar untuk memadamkan api. Kurang dari dua jam api sudah bisa dipadamkan,” ujar Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung Dewa Nyoman Oka kemarin.

Oka tak berani berspekulasi penyebab kebakaran pasar yang berada di jalur menuju Pelaga, Petang - Denpasar ini. Dugaan sementara karena korsleting listrik. “Penyebabnya masih diselidiki. Kemungkinan karena arus pendek,” urai mantan Kabid Pengendalian dan Operasional Satpol PP Badung ini.

Sebanyak 15 kios yang terbakar di antaranya kios A1 milik Nyoman Wirna (Nyoman Murdi/Dadong Cin) dengan barang dagangan alat upacara agama dengan kerugian ditaksir Rp 50 juta.

Kios A2 milik I Nyoman Retana, asal Desa Penarungan dengan barang dagangan perhiasan emas. Kerugian ditaksir Rp 300 juta. Kios A3 yang menjual sembako milik I Putu Jelantik, warga Banjar Benehkawan, Desa Blahkiuh, dengan kerugian ditaksir Rp 200 juta. Kios A4 milik Ni Made Asih warga Banjar Benehkawan, Desa Blahkiuh yang menjual sembako dengan kerugian Rp 200 juta.

Toko sembako A5 milik Wayan Mudiasih, warga Banjar Benehkawan, Desa Blahkiuh, dengan kerugian ditaksir Rp 200 juta.

Toko sembako A6 milik I Gusti Ngurah Anom, warga Banjar Benehkawan, Desa Blahkiuh, dengan kerugian diperkirakan Rp 150 juta.

Toko sembako A7 milik Ni Ketut Gatri, warga Banjar Benehkawan, Desa Blahkiuh dengan kerugian diperkirakan Rp 150 juta.

Toko kain dan sepatu A8 milik Ni Nengah Sari, warga Banjar Benehkawan, Desa Blahkiuh, dengan kerugian diperkirakan Rp 50 Juta. Kemudian lima kios di bagian dalam. Yakni toko sembako A9 milik Made Sunadi, warga Banjar Delod Pasar, Desa Blahkiuh (sebagian besar barang dagangan dapat diselamatkan).

Toko pakaian A10 milik Gusti Ayu Darmawati, asal Banjar Sempidi, Desa Abiansemal (sebagian besar dagangan dapat diselamatkan).

Toko alat upacara agama A11 milik Gusti Ayu Suari, warga Banjar Tengah, Desa Blahkiuh, diperkirakan mengalami kerugian Rp 200 juta. Toko A12 milik Ni Gusti Ayu Ratni, asal Banjar Delod Pasar, Blahkiuh.

Toko pakaian A13 milik I Made Sugiarta,  warga Banjar Ulapan I, Desa Blahkiuh, diperkirakan mengalami kerugian Rp 150 juta. Toko sembako Putu Narsih, asal Banjar Ulapan II, Desa Blahkiuh, dan toko A15 milik Ni Wayan Kamar warga Banjar Benehkawan, Desa Blahkiuh. 

Hingga siang kemarin, petugas gabungan bahu- membahu mengevakuasi barang dagangan korban.Sebagian besar barang di dalam kios ludes terbakar.

Namun, ada dua kios bagian belakang yakni kios A9 dan A10 barang dagangannya dapat diselamatkan meski atap kios hangus dilalap si jago merah. (dwi/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia