Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Bali Dwipa

PACE Adakan Cross Cultural Leadership Conference

Senin, 01 May 2017 19:50

PACE Adakan Cross Cultural Leadership Conference

Kegiatan Cross Cultural Leadership Conference. (Marsel Pampur/Radar Bali)

RadarBali.com - The Peace and Cross Cultural Education Foundation (PACE) Inc mengadakan Cross Cultural Leadership Conference yang bertempat di Hilton Bali Resort, Nusa Dua, Jumat (28/4).

Mengangkat tema An Avenue in Learning and Innovative Ideas in the Era of Global Leadership (Jalan Pembelajaran dan Ide Inovatif di Era Kepemimpinan Global), konferensi ini dihadiri oleh seratus peserta yang terdiri dari 12 negara Asia Pasifik.

Dalam konferensi ini para peserta akan belajar memahami psikologi lintas budaya dan bagaiaman dampaknya terhadap masyarakat berbeda berinteraksi satu sama lain dalam kerangka multi nasional. Kegiatan ini merupakan yang pertamakalinya di Bali.

The Peace and Cross Cultural (PACE) Foundation Inc adalah organisasi yang memiliki komitmen untuk mempromosikan edukasi tentang perdamaian dan pemahaman, memberikan kesempatan untuk pemapadan dan pelatihan professional.

PACE Foundation Inc ini merupakan afiliasi dari CISV Asia Pasifik. John Gayoso selaku Regional Chair CISV Asia Pasifik mengatakan CCLC (Cross Cultural Leadership Conference) ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana memimpin dan menjalankan bisnis dengan budaya yang beragam.

“Pada konferensi ini kita mempelajari bagaimana memimpin dan menjalankan bisnis dengan budaya yang beragam,” katanya saat ditemui di sela kegiatan tersebut, Jumat (28/4) siang.  

Selaku foundation yang bergerak dalam bidang pendidikan, PACE membantu semua CSIV yang ada di dunia, terutama dalam pendanaan. Salah satu tujuan dilakukannya konferensi ini juga untuk pencarian dana yang nantinya akan membantu organisasi CISV yang ada di seluruh dunia.

Kegiatan ini juga terselenggara antara PACE Indonesia bekerjasama dengan Yayasan CISVI Persahabatan Global. Mira Wisendha selaku President Yayasan CISVI Persahabatan Global mengatakan semua pengurus anggota CISV diseluruh dunia dipekerjakan secara sukarela dan tidak digaji.

Organisasi ataupun pekerjanya juga tidak mencari keuntungan. “Semua pengurusnya tidak digaji dan tidak mencari keuntungan. Ada 14 negara yang tergabung. Dan yang mendananinya adalah Pace,” katanya di sela kegiatan tersebut.

CISV sendiri berada di lebih dari 70 negara di dunia. 14 negara anggotanya berada di Asia Pasifik yang salah satunya adalah Indonesia.

CISV sendiri merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pertukaran budaya. Dalam fungsinya, CISV ini bergerak secara sukarela tanpa mencari keuntungan.

Sementara itu, Cross Cultural Leadership Conference ini dibuka mulai, Kamis (27/4). Pembukaan ini dibuka dengan berbagai jenis tarian dan gamelan Bali. Puncaknya pun akan berakhir pada Sabtu (28/4) hari ini. (mar/rid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia