Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Bali Dwipa

Penemuan Mayat Membusuk di Hutan, Diduga Gantung Diri

Senin, 01 May 2017 08:00

Penemuan Mayat Membusuk di Hutan, Diduga Gantung Diri

MISTERIUS: Polisi melakukan identifikasi jenazah korban yang diduga bunuh diri di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, kemarin. (M. Basir/Radar Bali)

RadarBali.comWarga Lingkungan Arum Timur, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki yang sudah membusuk di belakang perumahan pegawai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Minggu (30/4) siang. Mayat yang diketahui bernama Subekti,43, diduga meninggal karena gantung diri.

Informasi yang dihimpun, mayat warga Gang III, Lingkungan Arum, Kelurahan Gilimanuk tersebut ditemukan sekitar pukul 9.30 wita oleh Wagini,38, warga lingkungan Penginuman ketika  melihat sapi peliharaaannya di tanah kosong pinggir hutan bakau. Saat itu, ada juga I ketut Mastra, 36 sedang melakukan tawar menawar sapi milik Wagini.

Karena di tanah kosong tempat sapi dipelihara itu cukup panas, dua orang yang sedang tawar menawar sapi itu pindah ke tempat teduh di bawah pohon akasia.

Wagini mencium bau bangkai menyengat dan mencoba mencari sumber bau. Kemudian melihat ke arah semak belukar pohon akasia sosok mayat manusai yangs udah membusuk.

”Awalnya dikira boneka,”kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Anak Agung Gede Arka, didampingi Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai di tempat kejadian perkara (TKP).

Wagini kemudain melaporkan penemuan mayat tersebut pada Lurah Gilimanuk dan langsung diteruskan ke Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.

Warga sekitar juga berdatangan untuk melihat mayat tersebut, salah satunya anak korban bernama Katon Setiono,22.

Awalnya, tidak menyangka jika mayat yang sudah mulai membusuk itu ayahnya, tetapi setelah mengenali kaus yang dikenakan Katon memastikan bahwa mayat tersebut bapaknya meski sebagian wajahnya sudah hancur membusuk.

”Tadi kakak (Katon Setiono) yang tahu kalau mayat itu bapak,” kata Budi Santoso, anak kedua korban.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Dari hasil identifikasi, korban yang sudah mulai membusuk itu dalam posisi telentang di atas semak-semak di bawah pohon akasia.

Bagian kepala dan badan masih belum menyentuh tanah karena tersangkut di semak-semak, tapi kaki kanan dan krii sudah ebrada di tanah. Tepat di atas korban, ada tali warna biru yang sudah putus dan masih terikat pada dahan pohon akasia.

Kaposek Kawasan Laut Gilimanuk mengatakan, korban diduga meninggal karena gantung diri. Karena tali yang digunakan putus, korban lepas dari tali sehingga jatuh ke semak belukar. “Korban diduga meninggal karena gantung diri,”jelasnya.

Mengenai motif korban mengakhiri hidupnya denganc ara ula patih, lanjutnya, pihaknya masih melakukan penyelidikain.

Namun dari keterangan keluarga, sebelum meninggalkan rumah hari Kamis (27/4) lalu, korban yangs ehar-hari berjualan asongan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk beramitan akan mencari uang, tetapi sejak saat itu tidak pernah pulang.”Motif diduga masalah ekonomi,”ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan dokter dari Puskesmas Gilimanuk, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ada jejak pada leher yang diduga bekas jeratan tali yang digunakan untuk gantung diri, karena talinya kecil terputus dan korban jatuh.

Korban diduga sudah meninggal sejak tiga hari lalu karena dari cicri-cirinya sudah mulai pembusukan pada tubunya. Keluarga korban meminta jenazah langsung dibawa pulang untuk langsung dikebumikan. ”Diduga memang meninggal akrena gantung diri,” kata dokter Suriyono. (bas/rid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia