Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Hiburan Budaya

Janger Kreasi Karya SMKN 5 & SMA Bali Mandara

Selasa, 25 Apr 2017 14:40

Janger Kreasi Karya SMKN 5 & SMA Bali Mandara

MEMUKAU: Para pelajar SMA Bali Mandara menampilkan lakon berjudul Ki Barak Panji Sakti saat tampil di ajang Bali Mandara Nawanatya II, Minggu malam. (Marcel Pampur / Radar Bali)

RadarBali.com- Ajang Bali Mandara Nawanatya II masih terus berlangsung. Kali ini tema yang ditampilkan para pelajar adalah janger kreasi. Yang menarik, aksi para pelajar SMA/SMKN ini rata-rata mengundang antusiasme para penonton.

Seperti yang ditampilkan pelajar SMKN 5 Denpasar, Minggu (23/4) malam di kalangan Ayodya Taman Budaya Denpasar. Mereka menyuguhkan janger lakon bertajuk Cupu Manik.

Lakon Cupu Manik mengisahkan perebutan Cupu Manik Astagina oleh ketiga putra-putri Rsi Gotama dan Dewi Windradi.

Cupu manik itu merupakan pemberian Dewa Surya ke Dewi Windradi karena hubungan gelap mereka.

Dewa Surya saat memberikan Cupu Manik kepada Dewi Windradi berpesan agar Cupu Manik tersebut tidak diperlihatkan kepada siapapun.

Namun, karena dipaksa oleh anak-anaknya, Cupu Manik menjadi rebutan. Perebutan itu membawa malapetaka bagi Dewi Windradi dan ketiga anaknya.

 Cerita ini ditampilkan begitu menarik oleh pelajar SMKN 5 Denpasar.

Kegembiraan muda-mudi yang bersenang-senang setelah panen padi sebagai esensi dari tari Janger pun terlihat di atas panggung.

Di akhir pertunjukan, tepukan tangan dari penonton pecah.

Mereka mengapresiasi penampilan pelajar SMKN 5 Denpasar.

 Usai mereka tampil, giliran pelajar SMA dan SMK Bali Mandara menunjukkan aksinya di atas panggung.

Pementasan janger yang mereka bawakan mengangkat lakon Ki Barak Panji Sakti. Lakon ini menceritakan keagungan Ki Barak Panji Sakti yang memiliki kekuatan dan kepemimpinan yang luar biasa sehingga terbentuklah Bumi Den Bukit yang sekarang dikenal sebagai Buleleng.

“Pementasan ini merepresentasikan kejayaan Panji Sakti yang memiliki kekuatan super,” kata pendamping tim Janger  Bali Mandara, Kadek Sefyan Artawan di sela berlangsungnya pementasan.

Artawan mengatakan, pementasan yang dilakukan oleh anak asuhnya ini di atas panggung didukung oleh 30 penari janger dan 15 orang penabuh.

“Janger yang kami bawakan ini didukung 30 orang penari janger dan 15 orang penabuh,” paparnya.

Sama seperti penampilan dari SMKN 5 Denpasar, penampilan dari SMA dan SMK Bali Mandara juga mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari para penonton di ujung penampilan mereka. (mar/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia