Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Hiburan Budaya

Festival “Malu Dong”, Hubungan Alam-Manusia dalam Karya Instalasi

Minggu, 23 Apr 2017 14:30

Festival “Malu Dong”, Hubungan Alam-Manusia dalam Karya Instalasi

BELAJAR DARI ALAM: Salah satu instalasi karya Edi Asmara yang dipamerkan dalam Festival Malu Dong di Lapangan Puputan Badung, kemarin. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBAli.com- Festival “Malu Dong” yang digelar di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, dimulai pada Sabtu (22/4) kemarin. Selain diisi dengan hiburan live musik, festival ini juga menampilkan berbagai karya seni dari beberapa seniman Bali.

Salah satunya karya instalasi karya seniman Edi Asmara. Karya instalasi yang diberi judul “Belajar Dari Alam” ini berupa beberapa bebek putih berkepala manusia.

Bebek-bebek ini mengarah kepada seorang manusia berkepala kotak yang sedang duduk di atas sebuah kursi.

Menurut sang pencipta karya Edi Asmara, secara konsep, karya ini dideskripsikan bahwa kehidupan ini dikonsep sebagai Buana Agung dan Buana Alit.

Buana Agung adalah alam semesta, sedangkan buana Alit adalah manusia. Dalam hal ini, karya instalasi ini merefleksikan hal yang saling berkaitan tentang bagaimana hubungan Buana Alit dan Buana Agung atau manusia dengan alam.

“Ketika kita tidak mempunyai kepedulian terhadap alam, berarti juga tidak peduli dengan tubuh manusia itu sendiri,”terangnya kepada Jawa Pos Radar Bali, Sabtu siang kemarin (22/4).

Lanjut Edi, hal tersebut merupakan bagian dari karma. Maka dari itu, yang perlu disadari bahwa alam dan semua mahluk hidup di dalamnya adalah diri kita sendiri.

Sementara itu, dalam festival ini, keterlibatan Edi dalam festival ini karena memang diundang untuk berpartisipasi oleh salah seorang anggota panitia.

Setelah menerima tema yang diberikan oleh panitia, Edi pun mulai mengerjakan karya instalasi ini.

Kurang lebih satu bulan lamanya waktu yang diperlukannya untuk mencipakan karya ini.

Dalam karya instalasi ini, Edi memang sudah terbilang cukup berpengalaman. Kurang lebih 13 tahun sudah dirinya menekuni karya instalasi seperti ini.

“Untuk karya instalasi seperti ini, sudah saya tekuni selama kurang lebih 13 tahun,” pungkasnya.

Keindahan dan pesan yang disampaikan dari karya instalasi berjudul “Belajar Dari Alam” yang dipamerkan di Festival Malu Dong ini cukup menarik perhatian para pengunjung siang kemarin. (mar/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia