Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Bali Dwipa

Bulog Belum Mampu Serap Gabah di Bali

Sabtu, 22 Apr 2017 08:30

Bulog Belum Mampu Serap Gabah di Bali

PROBLEM HPP: Bulog kesulitan serap gabah Bali. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) masih kesulitan melakukan penyerapan gabah yang ada di Bali. Hal tersebut lantaran kakunya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang masih rendah.

Sehingga daya serap gabah di seluruh Bali atau bahkan di beberapa wilayah di Indonesia juga kesulitan untuk melakukan serapan.

Ketut Ginada selaku Kabid Pengadaan dan Operasional Bulog Divisi Regional Bali pada Jumat kemarin (21/4) kemarin mengakui hal tersebut.

Saat ini HPP untuk pembelian gabah jenis medium hanya berkisar Rp 3.700 per kg, sedangkan harga gabah di tingkatkan petani juga enggan menjual dengan harga sesuai HPP.

“Saat ini harga gabah di tingkat petani berkisar antara Rp 4.000 sampai Rp 4.200. Jadi kami tidak bisa melakukan serapan gabah ini. Buat apa kita membeli gabah dengan harga yang tidak sesuai HPP, karena HPP itu sudah menjadi landasan. Jadi bulog belum bisa membeli harga sesuai keinginan petani,” ujarnya.

Lantaran harga yang diinginkan petani tidak sesuai dengan pihak Bulog, gabah dijual oleh beberapa mitra kerja yang terdiri dari 500 unit usaha kecil maupun besar yang tersebar di seluruh wilayah Bali.

“Jadi mitra kerja ini yang membeli, hingga kemudian menjadi beras. Nanti disalurkan ke pedagang-pedagang,” paparnya.

Saat ini total stok beras yang dimiliki bulog mencapai 16 ribu ton, 5 ribu ton tersebut merupakan beras jenis premium, sedangkan sisanya yang mencapai 15.500 ton merupakan beras jenis medium.

Stok beras ini diperkirakan aman hingga tujuh bulan ke depan, terlebih dengan ada nya pasokan yang menyusul mencapai 3.000 ton beras dari Bulog Jawa Timur.

“Jadi bisa dipastikan stok beras di Bali aman sampai 9 bulan. Saat ini harga masih relatif stabil untuk beras jenis premium yang mencapai Rp 8 ribu hingga 9 ribu per kg,” jelasnya.

Ditambahkannya, Bali masih mendapat pasokan beras dari luar wilayah seperti Jawa, dan beberapa wilayah lainnya. Dalam satu hari, pasokan beras yang masuk ke Bali mencapai 200 ton.

“Kalau tidak mendapat pasokan beras dari luar, maka harga beras di Bali bisa mahal, bisa sampai tembus Rp 25 ribu per kg,” pungkasnya. (zul/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia