Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Politik

Kalah di Jakarta, Muncul Petisi Ahok Nyalon di Bali

Sabtu, 22 Apr 2017 08:00

Kalah di Jakarta, Muncul Petisi Ahok Nyalon di Bali

I Kadek Diana, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali (dok Radar Bali)

RadarBali.com - Pemilihan gubernur (Pilgub) Bali mulai berwarna. Kekalahan Basuki Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta memantik berbagai macam reaksi. Salah satunya adalah upaya melirik Ahok sebagai calon Gubernur Bali periode 2018-2023.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, Jumat (21/4) kemarin, salah satu pihak yang terang-terangan wacanakan Ahok untuk Bali 1 adalah Yayasan Atman Shakti Bali.

Dalam web portal change.org, Yayasan Atman Shakti Bali, yakni sebuah yayasan spritual yang bergerak dalam meditasi dan metafisika ini membuat sebuah petisi. Isinya memohon Pak Ahok untuk dicalonkan menjadi Gubernur Bali 2018-2023.

Petisi tersebut berbunyi “Kegagalan bapak Basuki T. Purnama (Ahok ) pada Pilkada DKI 19/4/2017 membuka peluang beliau untuk dapat dicalonkan sebagai gubernur di provinsi lainnya. Dengan prestasi dan karakter kepemimpinan yang jujur, bersih dan tegas kiranya beliau dapat memimpin provinsi Bali yang merupakan ujung tombak pariwisata Indonesia yang mendunia. Saya yakin Bali akan lebih maju, aman dan Sejahtera apabila dipimpin oleh Bapak Ahok,” demikian bunyi petisi tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, petisi yang baru dikeluarkan sejak Kamis (20/4) sekitar pukul 09.00 hingga pukul 22.00 kemarin, itu telah mendapat dukungan 2.146 pengguna media sosial.

Tak tanggung-tanggung, petisi tersebut juga langsung ditujukan kepada Megawati Soekarno Putri dan Surya Paloh.

Diketahui, Yudha Ascarya, 38, salah satu founder yayasan yang telah berdiri sejak tahun 2015 tersebut mengakui bahwa alasan petisi dibuat lantaran kualitas Ahok yang dinilai mumpuni.

Menurutnya, sangat disayangkan jika Ahok dengan kualitas pemimpin yang bagus kalah dalam Pilgub Jakarta. Dia menegaskan petisi tersebut jauh dari unsur ras, suku, atau partai.

Pasalnya Yayasan Atman Shakti Bali bersifat non profit dan mendukung Ahok semata-mata lantaran kualitasnya bagus dan layak jadi pemimpin.

Disinggung soal petisi tersebut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, I Kadek Diana menjawab dengan tawa kecil.

“Itu mungkin saja sebuah ekspresi pada hasil Pilkada DKI. Kita anggap itu (petisi) bagian dari masyarakat pecinta Ahok yang mengapresiasi Pilgub DKI. Jangan terlalu serius ditanggapi,” pesannya.

Lebih lanjut, Diana menandaskan kemungkinan Ahok menjadi calon gubernur Bali jauh dari sesuatu yang bisa diwujudkan.

“Bali banyak punya figur. Wacana kayak begitu hanya dimungkinkan terjadi di ibu kota. Kan ada juga wacana Ahok kalah di DKI dia menjadi gubernur di Irian Jaya. Saya kira hal seperti itu bersifat sementara saja,” tegasnya. (ken/dot) 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia