Jumat, 19 Jan 2018
radarbali
Bali Utama

Suka Cita Rayakan Hari Kartini

Sabtu, 22 Apr 2017 06:00

Suka Cita Rayakan Hari Kartini

EKSPRESIKAN SUARA HATI : Para napi wanita Lapas Kerobokan kemarin menggelar pentas drama musikal berjudul Cermin Kartini di aula Arda Candra, kemarin. Pertunjukan mereka kali ini mengungkap kehidupan mereka di balik tembok penjara. (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.com - Selalu banyak acara dihelat untuk memperingati Hari Kartini. Tak terkecuali bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Denpasar.

Di tengah menjalani masa hukuman di balik jeruji, para LPP Denpasar bekerja sama dengan IKIP PGRI Bali, kemarin (21/4) menggelar acara drama musikal di aula Lapas Kelas II A Kerobokan, Kuta Utara, Badung.

Kali ini dengan tema Cermin Kartini, dengan talenta dan bakat seni yang mereka miliki, para warga binaan ini dengan sangat menjiwai mampu memukau para undangan, petugas, dan warga binaan lainnya.

Suasana haru, sedih, tangis, gembira, tertawa, dan riang bercampur aduk, ketika warga binaan LPP pentas di atas panggung. Ada yang membacakan puisi, fashion show, dance, tarian, dan lain-lain.

Yang paling menarik ketika, warga binaan menampilkan drama musikal. Mereka menceritakan kehidupan, aktivitas dan suka duka mereka berada di dalam lapas.

Tangis  para undangan dan warga binaan pun pecah saat  mereka memerankan tentang kehidupan mereka sebagai napi yang rela bekerja sebagai tukang cuci dari napi lain demi mencukupi keluarganya.

Selain itu, digambarkan juga, ketika warga binaan tak mampu berbuat sesuatu ketika keluarga mereka di rumah sakit.

Selain itu, juga liku-liku para napi nakal dan berkuasa, termasuk juga peran sipir perempuan yang selalu mengawasi dan menjaga warga binaan juga digambarkan dalam sejumlah adegan.
Terkait kegiatan Hari Kartini, Kepala Lapas Perempuan Denpasar Setyo Pratiwi seusai acara menyatakan bahwa drama musikal warga binaan LPP Denpasar itu sebagai bentuk semangat “Kartini-Kartini” untuk mengubah stigma buruk sebagai napi. “Untuk pentas drama musikal persiapannya sekitar dua minggu,” ujar Pratiwi.
Menurutnya, meski berstatus napi, Tiwi, begitu Setyo Pratiwi, menyatakan bahwa para warga binaan di LPP banyak berbakat.

“Buktinya meski dengan persiapan singkat dan seadanya, apa yang mereka tampilkan cukup bagus,” tambahnya.
”Yang saat ini sedang kami fokus garap bersama warga binaan perempuan adalah keterampilan, tata boga, dan kerajinan. Sehingga dengan keterampilan itu mereka sudah punya bekal ketika selesai menjalani masa hukuman,” pungkasnya.

Acara lain, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk Denpasar diberlakukan pemberian BBM gratis.

BBM gratis ini satu liter untuk pembelian Pertamax dan Pertalite. Sayangnya, ini tidak diberlakukan kepada pengguna premium.

Salah satu petugas SPBU Ketut Juliartha, 34, mengatakan pemberian Pertamax full series dan Pertalite gratis ini khusus untuk pelanggan perempuan.

“Ini dilakukan mengingat Kartini merupakan sosok perempuan yang sangat hebat,” ungkapnya.

Sebelum melakukan pengisian, para pengendara yang menginginkan BBM gratis ini terlebih dulu menuliskan pandangannya tentang semangat Kartini masa kini.

“Jadi mereka menulis pada spanduk kosong yang disediakan apa arti Kartini masa kini. Setelah itu baru bisa mendapat tambahan BBM gratis satu liter dari yang ia isi sebelumnya,” ujarnya.

Pemberlakuan waktu pengisian dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00. Setelah itu berlanjut pukul 16.00 hingga pukul 18.00 sore hari.

“Ini berlaku untuk semua jenis kendaraan. Tapi, umumnya sih roda dua karena kalau roda empat satu liter ini juga nggak ngefek, selain nggak ada efek juga mungkin pengendara mobil tidak mau ribet menulis,” terang pria asal Tanjung Bungkak ini. 

Ini merupakan program dari Pertamina yang pertama kali. Sayangnya, dari pantauan koran ini peminatnya sepi. Hal itu terlihat dari tulisan tentang Kartini yang hanya ada empat tulisan saja hingga pukul 14.00. 

Di Karangasem, menyambut hari Kartini jajaran Satlantas Polres Karangasem menggelar pelayanan SIM keliling. Pelayanan keliling dilakukan di lingkungan Galiran di depan BKL Karangasem.

Karena menyambut Hari Kartini, polwan yang memberi pelayanan SIM berpakaian khusus kain kebaya. Saat itu juga para Kartini ini membagi- bagikan bunga kepada warga yang memohon SIM.

Di kantor Samsat para polwan juga mengenakan kebaya. Mereka ramah menyapa masyarakat yang nyamsat dan juga mencari SIM. Hal yang sama juga dilakukan di kantor pelayanan SIM Polres Karangasem.

Sementara itu, jajaran Polsek Sidemen kemarin melakukan aksi sosial. Aksi peduli kasih ini dilakukan di Banjar Dinas Kebon, Sidemen, untuk warga tidak mampu di dusun tersebut.

“Selain warga tidak mampu ada juga yang dalam kondisi cacat fisik,” ujar Kapolsek Sidemen AKP Nengah Sukerana.

Ya, sekalipun tidak seberapa ini sebagai bukti kami juga turut peduli kepada warga yang membutuhkan perhatian,” ujar Kapolsek.

Di Buleleng, Polres Buleleng juga menyambut perayaan Kartini. Di depan lobi Polres Buleleng, polisi memberi dua sepeda motor Binmas.

Di antaranya motor Yamaha matic kepada anggota Binmas Aiptu Yohana dan Aiptu Supandewi.

Dalam acara tersebut hadir Kapolres Buleleng, para pejabat utama Polres Buleleng, para Kasat, Kabag, dan Kasi Polres Buleleng. Kegiatan diawali dengan sambutan Kapolres Buleleng.

“Diharapkan para Bhabinkamtibmas polwan dapat melaksanakan tugas dengan baik sehingga dapat memberi citra baik bagi institusi Polri di masyarakat,”  terangnya.

Di Gianyar  kemarin seluruh anggota polwan Sat Lantas Polres Gianyar mengenakan pakaian kebaya. Menurut Kasatlantas Polres Gianyar AKP Putra Astawa, busana kebaya ini memberi kesan berbeda dengan hari-hari biasa.

“Kali ini kami pakai kebaya,” ujar AKP Putra Astawa, kemarin.

Polwan yang berpakaian kebaya ini dikhususkan bagi mereka yang bertugas di pelayanan saja.

Baik itu pelayanan di UPT Samsat Kabupaten Gianyar maupun di pelayanan SIM yang ada di Satuan Lantas Polres Gianyar.

“Pada kegiatan pelayanan hari ini lebih dikedepankan polwan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat seperti foto SIM, penyerahan SIM,” terangnya.

Tidak saja tampil ayu bak Ibu Kartini, para polwan juga membagikan cokelat kepada para pengunjung yang mengantre.

“Tujuannya untuk mengenang jasa beliau (Kartini). Juga supaya menggugah agar memberi pelayanan lebih baik lagi,” pungkas Astawa. (pra/zul/tra/ara/dra/pit)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia