Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Produk

Solusi untuk Gagal Panen Padi di Bali Sepanjang 2016 Lalu

Kamis, 20 Apr 2017 12:40

Solusi untuk Gagal Panen Padi di Bali Sepanjang 2016 Lalu

MENYUSUT: Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali IB Wisnu Wardhana. (Zulfika Rahman/Radar Bali)

RadarBali.com – Sektor pertanian di Bali terus didera gagal panen tiap tahunnya. Dinas Pertanian Provinsi Bali mencatat, sepanjang tahun 2016 lalu, sektor pertanian padi di Bali mengalami gagal panen hingga 300 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali IB Wisnu Wardhana, menyebutkan, gagal penen ini diakibatkan beberapa  faktor.

Seperti kekeringan, tungro atau hama, serta perubahan iklim yang terjadi beberapa bulan terakhir ini.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian melalui masing-masing Kabupaten yakni dengan memberikan imbauan perkiaraan cuaca untuk mengantisipasi terjadinya gagal penen ini.

“Paling banyak terdapat di wilayah Tabanan karena Tabanan penghasil padi terbanyak,” terang Wisnu Wardhana, didampingi Wayan Sunada, Kasi Lahan Irigasi dan Pembiayaan Dinas Pertanian Provinsi Bali.

Untuk itu, pihaknya memberikan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) hingga 21 ribu hektar di tahun 2016 lalu.

Dengan 300 hektar kerusakan yang dialami, pemerintah telah memberikan ganti rugi hingga Rp 1,8 miliar permusim tanam.

Jadi dalam asuransi tersebut, petani yang terdaftar AUTP ini hanya dikenakan biaya Rp 180 ribu, namun karena mendapat subsidi dari pemerintah, petani hanya membayar Rp 36 ribu saja sedangkan Rp 144 ribu ditanggung pemerintah.

“Jadi kerusakan minimal 75 persen baru mendapat asuransi yang ditinjau tingkat kerusakannya oleh petugas di masing-masing Kabupaten. Asuransi perhektar nilainya Rp 6 juta,” terang Wisnu, kemarin.

Dia menambahkan, jumlah asuransi tahun 2016, jauh lebih sedikit ketimbang tahun 2015 silam.

Untuk tahun 2015 silam jumlah asuransi yakni hanya 6 ribu hektar dari jumlah kuota 11 hektar.

Hal itu lantaran program AUTP baru berjalan di pertengahan 2015, sehingga masih dalam tahap sosialisasi.

“Jika dibanding dengan wilayah Jawa, jumlah asuransi kita jauh. Karena mereka ketersediaan lahan pertanian kan lebih luas. Daerahnya saja luas jauh dengan Bali,” pungkasnya. (zul/rid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia