Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Ukm

UMKM di Denpasar Meningkat 10 Persen Tiap Tahun

Terkendala Usaha Belum Terdata dan Problem SDM

Rabu, 19 Apr 2017 12:30

UMKM di Denpasar Meningkat 10 Persen Tiap Tahun

Kepala Dinas Koperasi Kota Denpasar “Made Erwin Suryadarma Sena” (Zulfika Rahman/Radar Bali)

RadarBali.com- Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di beberapa wilayah merupakan cara efektif untuk menumbuhkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Hal menandakan bahwa perekonomian suatu negara akan tumbuh dan berkembang karena adanya inovasi dalam produksi.

Di Kota Denpasar yang merupakan kota Metropolitan, keberadaan UMKM terus tumbuh dan berkembang.

Hingga saat ini UMKM di wilayah kota Denpasar sendiri berdiri sebanyak 30.764 UMKM yang tersebar di seluruh Kecamatan Denpasar.

Kepala Dinas Koperasi Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pertumbuhan UMKM di wilayah kota Denpasar terus mengalami perkembangan.

Setiap tahunnya perkembangan UMKM ini terjadi peningkatan sebanyak 10 persen. Para UMKM yang merupakan sebagian besar bergerak di bidang perdagangan dan jasa.

UMKM yang paling banyak mengalami pertumbuhan yakni pada industri kreatif kain endek.

“Karena Denpasar sedang giat mengedepankan kain endek ini. Pertumbuhan UMKM ini memberi efek positif terutama mengurangi pengangguran,” ujarnya Selasa (18/4).

Agar UMKM ini berjalan efektif, pihak Dinas Koperasi Kota Denpasar terus menggenjot para pelaku usaha untuk bisa lebih mendalami dunia usaha.

Dengan diadakannya beberapa pelatihan dalam pengelolaan meliputi produk, pemasaran serta pengelolaan manajemen, UMKM di Denpasar diharapkan mampu berkembang untuk bisa memajukan ekonomi masyarakat.

“Pemberian pelatihan itu kami lakukan seputaran pengelolaan produk. Pemasaran lewat online dan konvensional, mengadakan pameran lokal hingga luar daerah,” jelasnya.

Namun Erwin tidak menampik, jika masih ada beberapa UMKM yang belum terdata.

Sehingga itu menjadi tantangannya untuk proaktif dalam melakukan pendataan, selain pelaku usaha sendiri yang datang untuk mendaftarkan diri ke Dinas Koperasi.

Keberadaan UMKM yang sudah terdata oleh Dinas Koperasi ini juga membuat beberapa keuntungan, salah satunya akses legalitas, peminjaman dana KUR yang mudah dan para pelaku usaha bisa mendapat hak kekayaan intelektual (Haki) dari Dinas agar karya mereka bisa memiliki hak cipta.

“Kemungkinan mereka yang tidak terdata ini karena kurang percaya diri, pelaku usaha baru. jadi mereka belum berani tampil,” terang Erwin.

Dalam pengembangan UMKM ini juga tidak luput dari berbagai persoalan, hal ini dilatarbelakangi rendahnya SDM lantaran para pelaku usaha yang kebanyakan tingkat pendidikannya menengah ke bawah, selain itu lemahnya pengembangan kualitas produk dan akses pasar yang terbatas.

 “Makanya kami terus genjot dengan berbagai pelatihan-pelatihan agar mereka bisa bersaing dan mampu merambah pasar lebih luas lagi,” bebernya.

Untuk saat ini, produk UMKM yang merambah pasar luar negeri banyak didominasi dari UMKM perak. Karena memang pangsa pasar yang disasar yakni kalangan luar negeri. (zul/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia