Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Bali Dwipa

Aduuhh... Anjing Peliharaan Gigit Bibir Balita

Rabu, 19 Apr 2017 10:00

Aduuhh... Anjing Peliharaan Gigit Bibir Balita

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. I Wayan Susila (Eka Prasetya/Radar Bali)

RadarBali.com – Sempat reda selama beberapa lama, kasus gigitan anjing kembali muncul di Kabupaten Buleleng.

Kali ini seorang balita berinisial Kadek N, 5, asal Desa Kalibukbuk, Buleleng, digigit anjing pada bagian mulut. Pemerintah pun langsung melakukan investigasi pada kasus gigitan itu, karena tergolong gigitan beresiko tinggi.

Gigitan itu terjadi pada Minggu (16/4) lalu, sekitar pukul 20.00 malam di rumah Kadek N. Saat itu korban sedang bermain dengan anjing miliknya dan tiba-tiba anjing itu langsung menggigit korban pada bibir bagian atas.

Orang tua korban keesokan harinya datang ke Puskesmas untuk meminta vaksin anti rabies (VAR). Kasus itu pun langsung dilaporkan ke Dinas Pertanian Buleleng untuk diinvestigasi lebih lanjut.

Sementara korban hanya diberikan perawatan luka, sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut dari pemerintah.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. I Wayan Susila yang ditemui Selasa (18/4) kemarin, mengakui adanya kasus gigitan tersebut.

Menurut Susila kasus gigitan beresiko tinggi itu kini tengah diinvestigasi oleh Unit Reaksi Cepat (URC) di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Buleleng.

Susila menambahkan tim sudah melakukan euthanasia untuk diambil sampel otaknya. Sampel itu langsung dikirimkan ke Balai Besar Veteriner Denpasar, untuk memastikan apakah anjing tersebut terjangkit rabies atau tidak.

“Dari gejala klinisnya kemungkinan bukan rabies. Bisa jadi anjing ini menggigit karena terprovokasi. Tapi karena ini kasus gigitan beresiko tinggi, maka sesuai protap harus kami ambil sampelnya. Kami masih menunggu hasil uji dari Balai Besar Veteriner, kemungkinan dua hari lagi sudah ada hasil,” kata Susila.

Nantinya setelah ada hasil dari Balai Besar Veteriner, tim akan segera memberikan rekomendasi lanjutan kepada tim kesehatan.

Apabila kasus gigitan itu positif rabies, maka korban gigitan akan langsung diberikan serum anti rabies. Namun jika hasilnya negatif, maka perawatan luka saja sudah cukup.

Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat yang memelihara anjing, untuk memelihara anjing secara bertanggungjawab. Selain itu masyarakat yang memiliki anak kecil, dihimbau untuk mengawasi anaknya saat bermain dengan hewan peliharaan, terutama yang berpotensi menyebarkan rabies seperti anjing dan kucing.

Mengingat kasus gigitan beresiko tinggi kerap terjadi pada anak-anak, karena hewan peliharaan itu terprovokasi. (eps/gup)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia