Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Politik

Rekomendasi Dewan Mangkrak di Meja Ketua DPRD Bali

Rabu, 19 Apr 2017 09:30

Rekomendasi Dewan Mangkrak di Meja Ketua DPRD Bali

Dewa Gde Mahendra, Karo Humas dan Protokol Humas Pemprov Bali (dok Radar Bali)

RadarBali.com – Komisi I DPRD Bali sepertinya harus lebih ngotot lagi untuk meminta proses rekrutmen tenaga kontrak RS Bali Mandara dihentikan.

Pasalnya, meski sudah mengeluarkan surat rekomendasi resmi, proses rekrutmen yang memasuki tes kesehatan tetap berjalan.

Anehnya lagi, rekomendasi dewan yang dikeluarkan Senin (17/4) lalu belum sampai ke meja gubernur.

Kabarnya, rekomendasi tersebut mangkrak di meja pimpinan DPRD Bali. DPRD sampai saat ini belum menurunkan dan meneruskannya rekomendasi itu kepada gubernur.

Karo Humas dan Protokol Humas Pemprov Bali, Dewa Gde Mahendra, mengatakan sampai saat ini belum menerima rekomendasi dari DPRD Bali.

“Kami belum bisa berkomentar banyak terhadap usulan DPRD Bali karena kami belum terima,” ujar Mahendra kepada awak media, kemarin (18/4). 

Pejabat asal Buleleng, itu mengatakan tetap menghormati rekomendasi yang disampaikan oleh DPRD Bali. Namun untuk tindak lanjut dia tidak tahu.

Sebab, pihaknya belum tahu ke mana surat itu ditujukan sesuai jalur birokrasi. Mahendra malah mengaku baru mendengar ada rekomendasi dari Komisi I dari awak media. “Prinsipnya kami tetap menghormati rekomendasi dewan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Sekretaris DPRD Bali Wayan Suwarjana, menyebut rekomendasi Komisi I langsung diteruskan ke pimpinan DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama.

“Yang penting tugas saya kan sudah selesai. Saya sudah teruskan ke meja pimpinan rekomendasi dari Komisi I,” ujar Suwarjana yang mengaku mengikuti perjalanan dinas ke luar daerah.

Sementara Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry, mengatakan setelah posko pengaduan ini ditutup dewan harus kembali mengundang panitia seleksi (pansel). Sampai saat ini, dewan belum mengundang tim pansel.

“Mekanisme kerja harus dijalankan sesuai hasil rapat kerja dan sudah disetujui. Sebelum ada rapat pimpinan, belum bisa mengeluarkan rekomendasi,” terangnya. (san/dot)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia