Jumat, 19 Jan 2018
radarbali
Bali Dwipa

Banteng Monyeng Semburkan Api Pukau Penonton HUT Gianyar

Rabu, 19 Apr 2017 08:30

Banteng Monyeng Semburkan Api Pukau Penonton HUT Gianyar

ATRAKTIF: Penari Banteng Monyeng menyemburkan api saat pembukaan HUT Kota Gianyar yang berlangsung kemarin. (Indra Prasetia/Radar Bali)

RadarBali.com – Pembukaan HUT Kota Gianyar ke-246 diawali dengan pemukulan kulkul bermotif naga di tengah Jalan Raya Ngurah Rai Gianyar pada Selasa sore (18/4).

Usai pembukaan, berlangsung pawai dari tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar dan dua pawai partsipasi dari Kota Bogor dan Kota Malang. Pawai itu pun memukau penonton kesenian.

Pawai pertama dipentaskan Adi Merdangga oleh SMK 3 Sukawati. Kemudian, penampilan kedua, partisipasi Kota Malang yang membawakan Banteng Monyeng.

Kesenian ini menampilkan para perempuan yang membawa property banteng dan laki-laki pembawa kendang. Juga ada pembawa pecut.

Yang membuat penonton terpukau, salah satu peserta Banteng Monyeng ini beberapa kali menyemburkan api. Kesenian ini merupakan perpaduan dari seni pertunjukkan dan kesenian sakral bantengan.

Menurut Penata Tari dan Musik Kota Malang Agus Mardianto, kesenian yang ditampilkan kali ini merupakan perpaduan.

“Ini perpaduan Bantengan, kalau bantengan itu ada trans (kesurupan). Yang ini kami tata lagi sehingga bisa dikomersialkan,” jelas Agus.

Dijelaskan Agus, tarian yang mereka bawakan ini biasa dipentaskan saat hajatan di Malang.

“Misalnya kalau ada khitanan, arak-arakan selamatan di desa. Juga pernikahan,” sebut dia.

Mengenai filosofinya, Banteng Monyeng ini sebagai symbol kekuatan, keperkasaan. “Banteng itu kan kuat dan sabar,” tukas dia. (dra/gup)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia