Jumat, 19 Jan 2018
radarbali
Bali Utama

Wow... Jembrana Panen Denda Tilang, Sebulan Bisa Dapat Ratusan Juta

Rabu, 19 Apr 2017 06:30

Wow... Jembrana Panen Denda Tilang, Sebulan Bisa Dapat Ratusan Juta

BAYAR KE LOKET : Para pelanggar mengambil berkas dan membayar denda di loket tilang, Kejari Jembrana, kemarin. (M. Basir/Radar Bali)

RadarBali.com - Denda tilang dan biaya perkara yang diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana dari para pelanggar lalu lintas di wilayah Jembrana tahun ini jumlahnya naik drastis.  

Paling tidak, selama tiga bulan pertama tahun 2017 ini sudah mencapai Rp 300-an  juta lebih.

Angka ini sudah hampir separo dari jumlah total denda tilang selama tahun 2016 lalu. Karena tahun 2016 lalu dalam hitungan setahun mencapai Rp 676.014.000.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Jembrana, Putu Agus Eka Sabana Putra, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa denda tilang dalam beberapa bulan terakhir ini memang  naik berlipat.

Setiap bulan bisa mencapai Rp 100 juta lebih uang denda tilang yang diterima loket khusus tilang.

Dari perbandingan  dengan tahun 2016 lalu, tahun 2017 ini pada bulan Januari 2017  saja denda yang dibayarkan sudah mencapai  Rp 96.061.500.

Lantas berikutnya,  di bulan Februari 2017 yang membayar denda Rp 105. 076. 343. Berikutnya, pada bulan Maret Rp 104.665.000.

Jadi, total selama tiga bulan ditambah biaya perkara Rp 2.894.500  sudah mendapatkan  Rp 308.697.343. Ini baru tiga bulan saja.

“Ada kenaikan cukup signifikan dibanding tahun lalu. Denda tilang tersebut langsung dikirim ke kas negara,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah terbanyak dari tilang ini dari jembatan timbang yang melakukan penilangan pada kendaraan yang melebihi tonase. Rata-rata denda tilang pada kisaran Rp 200 ribu – Rp 300 ribu untuk setiap pelanggar. Ini tergantung jenis kendaraan dan pelanggaran.

Sedangkan terbanyak kedua tilang yang dilakukan polisi dengan  denda tilang kisaran  Rp  50 ribu sampai Rp 100 ribu. ”Pelanggar itu lebih banyak sopir-sopir (umum),” ujarnya.

Salah satu faktor kenaikan jumlah denda tilang ini setelah ada sosisalisasi bersama kepolisian, pemerintah provinsi Bali dan jembatan timbang terkait pelanggaran lalu lintas.

Salah satu penekanannya adalah pada jembatan timbang agar melakukan tindakan tegas pada sopir yang muatannya melebihi tonase.

Karena saat ini tidak perlu lagi antre sidang seperti sebelumnya. Tilang langsung online hakim sudah menentukan dendanya secara online dan bisa langsung dibayar di Kejari Jembrana atau secara online.

Salah satu terobosan yang dilakukan Kejari Jembrana adalah  dengan mencantumkan nomor kendaraan dan nomor telepon khusus pada kartu tilang.

Ini membuat pelanggar bisa menghubungi jika akan mengambil surat-surat kendaraan  dan membayar denda tilang.

Pantauan koran ini, hampir setiap hari loket tilang Kejari Jembrana selalu ada saja para pelanggar yang mengambil surat-surat kendaraan dan membayar tilang. Kadang malah ramai antre.

Rata-rata para pelanggar tersebut adalah sopir truk lintas Jawa Bali yang muatannya melebihi tonase dan kena tilang petugas jembatan timbang.

Terkait pelanggaran lalu lintas di jalanan, sejauh ini memang di Bali termasuk tinggi. Sebagai contoh gambaran data, di Badung saja, tahun 2015 lalu, data Polres Badung, pelanggaran lalu lintas para pelajar  atau anak  atau remaja di bawah umur 16 tahun di Badung relatif tinggi.

Di sepanjang tahun 2015 ada 1.612 kasus pelanggaran.  Ini dari total 8.720 kasus pelanggaran selama tahun 2015.

Jumlah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Badung tahun 2015 juga naik dari tahun 2014. Yakni dari 143 kasus menjadi  144 kasus.

Di Denpasar, Polresta Denpasar tahun 2016 lalu merilis 500 lakalantas di wilayah Metro Denpasar.  Korban meninggal dalam lakalantas mencapai 150 orang tahun 2016. 

Kalau dirata-rata, setiap minggu paling tidak terjadi 2 hingga 4 lakalantas yang menelan korban jiwa. (bas/ken/dre/pit)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia