Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Politik

Raker Ulang, Dewan Minta Hadirkan Bupati

Selasa, 18 Apr 2017 10:30

Raker Ulang, Dewan Minta Hadirkan Bupati

MENTOK: Rapat kerja DPRD-Pemkab Karangasem yang membahas kisruh seleksi Kaur Desa Tianyar Tengah, mentok kemarin. Dewan meminta raker diagendakan ulang dan menghadirkan bupati. (Wayan Putra/Radar Bali)

RadarBali.com -Rapat kerja (raker) gabungan DPRD-Pemkab  Karangasem membahas kisruh seleksi pemilihan Perangkat Desa di Tianyar Tengah Kubu mentok.

Senin (17/4) kemarin, pihak eksekutif yang datang diantaranya asisten I IB Sulendra belum bisa memberikan jawaban yang gamblang. Hal ini sempat membuat anggota Dewan gusar.

Bahkan disepakati akan dilakukan raker ulang dengan agenda yang sama. “Sebagai mantan eksekuif saya malu melihat ini. Saya lihat eksekutif belum siap, sebaiknya jangan dulu kesini,” ujar anggota DPRD dari Fraksi Golkar I Nengah Sudarsa.

Sebelum raker di buka Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi, sejumlah kejanggalan terkait kisruh seleksi kaur Desa Tianyar Tengah langsung dikemukakan beberapa wakil rakyat.

Diantaranya adalah anggota DPRD dari Fraksi Demokrat I Gede Bendesa Muliawan. Muliawan malah mempertanyakan kinerja Camat Kubu sebagai lembaga kontrol proses pemilihan perangkat Desa.“Mestinya dari awal sudah di kontrol,” ujar Bendesa.

Kalau ada persoalan seperti ini mestinya cukup dengan menunda persetujuan sampai calon melengkapi persyaratan. “Persyaratan bisa menyusul. Melamar jadi polisi saja persyaratan bisa menyusul,”tambahnya.

Pernyataan Bendesa ini menyoal lima poin rekomendasi Camat Kubu dan akhirnya menolak hasil seleksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seleksi kaur keuangan desa Tianyar Tengah ini telah mengandaskan Ni Nyoman Suciati sebagai peraih nilai tertinggi.

Hanya saja Camat Kubu Made Suartana menganulir hasil tersebut dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah banyak persyaratan administrasi tidak lengkap.

Selaian itu, ada juga calon yang masih sebagai Guru PAUD dan tidak melengkapi ijin dari Plt Perbekel yang memberikan SK. Camat juga mengatakan kalau Pansel telah lalai dalam menjalankan tugas.

Beberapa anggota Dewan menilai banyak ketidak sesuaian rekomendasi Camat dengan Perda. Soal ijin calon yang berstatus pegawai PAUD misalnya.

Dewan mengakui kalau persyaratan tersebut tidak diatur dalam Perda. Sementara itu menurut Ketua F PDIP I Gede Dana, masalah seleksi kaur Desa terjadi di semua kecamatan.

Dana menilai kalau eksekutif terkesan melakukan pembiaran atas kasus itu. Padahal persoalan tersebut cukup menggangu pembagunan dan perkembangan prekonomian masyarakat.

Sulendra yang mestinya menjawab beberapa pertanyaan dinilai melebar dan tidak fokus. Dewan menjadi berang karena mantan Kepala Kesbanglinmas tersebut memberikan jawaban tidak runut.

“Kami mohon agar diagendakan ulang raker ini,” pinta anggota Fraksi PDIP Wayan Sudira.

Pernyataan Sudira ini langsung disetujui sebagian besar anggota Dewan. Sudira juga meminta agar pada raker mendatang Bupati yang datang.

Ketua DPRD Nengah Sumardi menambahkan, kesempatan agar eksekutif merangkum tanggapan.

Raker ulang sendiri akan dilakukan 25 April mendatang. Surat Raker sendiri akan tetap ditujukan kepada Bupati. (tra/dot)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia