Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Politik

Saling Jajaki Jelang Pilgub Bali 2018, Demokrat-PDIP Bisa Kawin

Minggu, 16 Apr 2017 10:00

Saling Jajaki Jelang Pilgub Bali 2018, Demokrat-PDIP Bisa Kawin

Kadek Diana, Wakil DPD PDIP Bidang Komunikasi (dok Radar Bali)

RadarBali.com – Munculnya nama Wayan Koster dalam survei DPD Demokrat Bali membawa angin perubahan koalisi Pilgub 2018. PDIP mengapresiasi survei Demokrat.

Survei itu dinilai sebagai bentuk transparansi Demokrat menghadapi Pilgub mendatang.

“Kawan di Demokrat tahu mana sosok yang saat ini menjadi perhatian publik. Ini bagus, karena Pak Koster memang sedang menjadi perhatian masyarakat,” ujar Wakil DPD PDIP Bidang Komunikasi, Kadek Diana, kemarin (15/4). PDIP juga membuka pintu kepada Demokrat bila ingin berkoalisi.

Menurut Diana, komunikasi dengan partai mana pun sedang dilakukan. Tak terkecuali dengan Demokrat.

Jika Demokrat bergabung dengan PDIP, maka partai yang selalu menjadi rival ini bisa mencetak sejarah baru.

“Sampai saat ini belum ada yang pasti. Kepastian muncul jika ada rekomendasi. Jadi, dengan siapa pun kami terbuka, termasuk dengan Demokrat,” tegasnya. 

Hal senada dikatakan Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta. Kepada koran ini, Mudarta menyatakan siap berkoalisi dengan partai manapun.

Termasuk menjalin koalisi dengan PDIP yang menjadi lawan “abadi” di level nasional.

“Soal komunikasi dengan partai politik lain kami cair. Demokrat itu berkomunikasi dengan PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, dan partai politik lainnya. Semua masih terbuka,” tukas politisi asal Jembrana itu.

Peluang untuk berkoalisi dengan PDIP Bali dinilai terbuka. Sampai saat ini DPP Partai Demokrat sendiri belum menentukan sikap.

“Sepanjang belum turun rekomendasi, kami masih cair dengan partai manapun. Namanya politik kan dinamis. Terkadang, rekomendasi turun pun masih bisa batal,” tukasnya diplomatis.

Ditargetkan hasil survei keluar pada tanggal 20 Mei 2017 mendatang yang kemudian akan diserahkan ke DPP.

“Survei ini untuk memperkuat argumentasi ke DPP. Kami koalisi dengan partai mana, pasangan mana yang akan didukung. Tapi, kader tetap prioritas,” pungkasnya. (san/dot)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia