Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Hiburan Budaya

Ni Putu Ayu Sri Darmayanti , Pemain Festival Monolog Bali

Sabtu, 15 Apr 2017 14:20

Ni Putu Ayu Sri Darmayanti , Pemain Festival Monolog Bali

BAKAT SASTRA: Ni Putu Ayu Sri Darmayanti, salah seorang pemain dalam festival monolog Bali 100 Putu Wijaya yang akan tampil membawakan judul “Ihh”. (Zulfika Rahman/Radar Bali)

Radarbali.com- Perhelatan  festival monolog Bali 100 Putu Wijaya sudah bergulir sejak sebulan lalu. Dari pementasan monolog yang pertama dibuka di Singaraja ini ada sekitar puluhan seniman yang terlibat dalam melakonkan 100 judul monolog karya Putu Wijaya yang merupakan maestro seniman serba bisa.

Dari festival ini, banyak seniman-seniman muda yang muncul, dan ikut berpartisipasi untuk memainkan monolog. Salah satunya Ni Putu Ayu Sri Darmayant, 26.

Kepada  Jawa Pos Radar Bali Jumat kemarin (14/4), dara cantik asal Kelurahan Banyuning Kota Singaraja ini mengaku cukup tertantang untuk memainkan monolog yang sebelumnya belum pernah ia jajal.

Dengan penuntun sutradara seniman senior Buleleng Putu Satria Kusuma, ia ditunjuk memainkan lebih dari satu judul.

“Makanya terus melakukan latihan untuk mengasah kemampuan. Ternyata, membawakan monolog itu sangat sulit,” ucapnya.

Lanjut perempuan kelahiran 9 September 1991 ini, ada beberapa kesulitan yang ia temukan ketika terlibat dalam pembawaan seni monolog.

Seperti penyelaman karakter yang tidak hanya satu karakter saja, selain itu pembawaan dialek yang bukan asli daerahnya sendiri.

“Aku ini basiknya drama gong yang selalu menggunakan bahasa Bali, kalau di monolog yang aku bawakan berjudul “Ihh” karakterku ada dialek Jawa. Dan karakternya dalam satu pementasan itu ada lima, beda-beda. Lumayan puising,” kelakarnya dengan tawa.

Namun berkat latihan yang keras serta didikan sutrdara Putu Satria, ia mampu melewati berbagai kesulitan.

Hal terberat selain penerapan logat Jawa yakni pada naskah. Ia yang terbiasa memainkan drama gong dengan improvisasi, kini harus dituntut menghafal naskah.

 “Naskahnya itu ada tujuh halaman. Nanti akan aku bawakan juga di Denpasar tanggal 29 April mendatang. Jadi setelah kerja, aku sempatkan berlatih selama tiga sampai empat jam. Dan itu aku lakukan terus menerus, agar mendapat hasil maksimal,” pungkasnya. (zul/rid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia