Jumat, 19 Jan 2018
radarbali
Sepakbola

Proprov Gianyar Perebutkan 421 Emas dari 34 Cabor

Rabu, 12 Apr 2017 15:30

Proprov Gianyar Perebutkan 421 Emas dari 34 Cabor

LEBIH CEPAT: Ketum KONI Bali I Ketut Suwandi ditemui di kantor KONI Bali, Denpasar, kemarin. (Alit Binawan / Radar Bali)

RadarBali.com - KONI Bali sudah menetapkan jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Porprov Bali 2017, di Gianyar September mendatang. Sebanyak 421 medali emas akan diperebutkan oleh kontingen dari sembila kota/kabupaten yang ada di Bali.

“Jumlah ini hampir sama dengan yang diperebutkan di Buleleng walaupun kami menambah dan mengurangi cabor yang ada,” ucap Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi yang ditemui Selasa kemarin (11/4).

Penetapan ini lebih cepat daripada Porprov Bali 2015 lalu yang berlangsung di Buleleng.

Mantan Ketum KONI Badung ini mengatakan, jika saat di Buleleng, penetapan ini baru terjadi pada bulan enam atau bulan Juni.

“Bulan tujuh baru entry by number. Ini termasuk lebih cepat dari sebelumnya,” imbuh Suwandi.

Setelah penetapan ini, apa yang dilakukan KONI Bali? Suwandi yang akan habis masa jabatannya sebagai Ketum KONI Bali pada akhir tahun ini menjelaskan, akan menetapkan tata tertib dalam Porprov seperti apa.

“Nanti tata tertib pertandingan dan hal teknis di lapangan seperti apa. Baik itu pembatasan usia atlet dan sebagainya,” terangnya.

Terkait pembatasan usia ini yang menarik. KONI Bali sudah berpikir jauh tentang pembatasan usia atlet dari masing-masing kontingen untuk dipersiapkan di PON 2020 Papua.

 “Output yang didapat dari Porprov kali ini apa? Pasti untuk Pra PON 2019. Kalau untuk PON, umur maksimal itu adalah 23 tahun, di Porprov kali ini adalah 19 tahun seharusnya,” ujarnya.

Tetapi, hal ini harus berdasarkan juga oleh keputusan masing-masing PP melalui Pengprov cabor tentang batas usia atlet.

Ini penting dilakukan mengingat pembinaan harus terus berjalan. Suwandi tidak ingin jika atlet yang ada sekarang dihuni muka-muka lama dan hanya ingin mencari juara saja tanpa memikirkan pembinaan.

“Hanya juara saja tanpa ada pembinaan untuk apa? Kami hanya punya waktu selama satu tahun saja sebelum PON untuk mempersiapkan segala sesuatu. Terlebih bagi cabor voli dan sepak bola,” ungkapnya. (lit/han

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia