Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Produk

Hari Raya Galungan, Pesanan Dodol Meningkat 100 Persen

Rabu, 05 Apr 2017 13:50

Hari Raya Galungan, Pesanan Dodol Meningkat 100 Persen

HOME INDUSTRI: Salah seorang pembuat dodol rumahan tengah mengaduk olahan dodol. (dok. RadarBali)

RadarBali.com – Dodol menjadi salah makanan wajib yang disajikan saat perayaan hari raya Galungan yang jatuh hari Rabu ini (5/4). Kondisi ini membuat beberapa industri rumahan pembuat dodol di wilayah Buleleng kebanjiran pesanan.

Bahkan pesanan tak hanya datang dari warga Buleleng saja, namun beberapa Kabupaten lain seperti Gianyar dan Denpasar dan Tabanan.

Dodol tradisional dengan bungkus daun jagung ini selalu menjadi pilihan. Selain rasa yang enak, masyarakat juga menggunakan untuk kepentingan upacara.

Salah seorang pembuat dodol Ni Luh Adriani asal Desa Gitgit pada Selasa (4/4) kemarin menerangkan, meningkatnya pesanan sudah dialami sejak satu minggu yang lalu.

Bahkan beberapa orang yang berada di luar daerah Buleleng sudah memesan sejak satu bulan yang lalu.

“Peningkatannya hampir seratus persen. Kalau hari raya seperti ini memang pesanan meningkat, sampai-sampai harus mencari pembantu lagi agar bisa menyalurkan pesanan tepat waktu,” kata perempuan yang sudah menjual dodol sejak 15 tahun lalu ini.

Menurut Adriani sendiri, pesanan yang muncul umumnya dari pelanggan lama. Menurut penuturan pelanggannya, dodol buatannya ini memiliki rasa yang khas dari pada dodol yang dibuat orang lain.

Hal ini yang membuat beberapa pelanggannya tersebut bertahan untuk membeli dodol buatannya.

“Ada yang sudah 10 tahun langganan saya. Kalau rahasia bahan sih nggak ada. Saya terapkan ketepatan pemberian bahan saat mencampur. Bagaimana takarannya, kalau cara pembuatannya ya sama kayak pembuat dodol lainnya,” terangnya.

Namun, dodol buatannya ini bisanya akan dijual kembali oleh para pengepul di berbagai wilayah.

Untuk pengepul Adriani mematok harga Rp 30 ribu perkilogramnya. Selain kewalahan melayani pesanan, ia pun cukup kesulitan memperoleh bahan baku dodol seperti injin, gula merah, ketan dan kelapa.

“Karena jelang Galungan ini, hampir semua bahan baku konsumsi masyarakat meningkat,” tuturnya.

Sejak dua minggu lalu, produksi dodol sudah mulai mengalami peningkatan. Jika hari biasanya dalam satu haru hanya memproduksi hingga sekitar 7 kg, namun saat perayaan Galungan tiba, dalam satu hari mencapai 15 kg.

“Meningkatnya permintaan dodol ini kan terjadi sampai nanti habis Kuningan,” pungkasnya.(zul/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia