Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Produk

Harga Daging Ayam di Jawa dengan Denpasar

Sabtu, 01 Apr 2017 13:20

Harga Daging Ayam di Jawa dengan Denpasar

STABIL: Aktivitas salah satu kios pedagang daging ayam di Pasar Kumbasari, Denpasar, kemarin. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com – Anjloknya harga daging ayam yang terjadi di sejumlah daerah di tanah air, seperti Jawa Timur yang mencapai Rp 23 ribu per kilogram, mengakibatkan sejumlah pedagang gigit jari. Terutama para peternak sehingga melakukan aksi demo di depan Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (30/3) lalu.

 Namun, kondisi ini ternyata tidak berdampak pada penjualan daging ayam di wilayah Bali, khususnya di Denpasar.

Pasalnya, sejauh ini, meski mendekati hari raya Galungan, harga daging ayam di pasaran masih terbilang standar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar I Wayan Gatra mengatakan, untuk saat ini harga daging ayam jenis broiler di pasaran masih normal.

Saat ini kisaran harga daging ayam yang ada di pasaran mencapai Rp 30 sampai Rp 33 ribu per kilogram.

“Tidak ada pengaruh untuk harga di Jawa dengan Denpasar. Karena dengan harga segitu masih normal,” tuturnya Jumat kemarin (31/3).

Sementara itu, disinggung mengenai kenaikan harga jelang hari raya Galungan, Gatra memastikan untuk daging ayam sendiri tidak mengalami peningkatan harga. Pasalnya, kebutuhan ayam untuk upacara sedikit.

Selain itu, kebanyakan masyarakat lebih memilih membeli ayam hidup.

“Yang diperkirakan naik mungkin harga janur dan buah. Tapi peningkatan tidak terlalu signifikan,” papar Gatra.

Sementara itu, pantauan koran ini di Pasar tradisional eks Tiara Grosir, rata-rata para penjual daging membanderol Rp 33 ribu per kilogram.

Namun, sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi sepinya pembeli.

“Harga masih normal sudah sejak beberapa bulan, tapi pembelinya sedikit. Sekarang ekonomi serba sulit,” kata salah seorang pedagang bernama Warningsih, ditemui koran ini kemarin. (zul/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia