Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Pajak

Uang Tebusan Pajak Capai Rp 1,1 Triliun

SPT Pajak Terutang Tetap Terakhir Hari Ini

Jumat, 31 Mar 2017 13:00

Uang Tebusan Pajak Capai Rp 1,1 Triliun

SELESAIKAN SPT: Sejumlah wajib pajak saat menyelesaikan SPT di kantor Pelayanan Pajak Pratama, Denpasar Barat, kemarin. (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.com - Satu hari menjelang berakhirnya amnesti pajak yang berlaku hingga 31 Maret (hari ini) sehingga para wajib pajak (WP) perlu segera mengikuti program pemerintah dalam rangka menyukseskan program amnesti pajak untuk kepatuhan wajib pajak.

Pantauan koran ini, antrian pembayaran WP yang berlangsung di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP Bali) membeludak.

Kondisi ini terus berlangsung mengingat ketika nantinya WP yang terlambat mengikuti amnesti pajak sesuai Undang-undang Pengampunan Pajak Nomor 11 Tahun 2016 mencantumkan pengenaan sanksi 200 persen dari Pajak Penghasilan (PPh).

Data terakhir yang didapat koran ini dari Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Bali pada Kamis (30/3) kemarin yang diakses Pukul 16.30 tercatat komposisi total uang tebusan mencapai 1,1 Triliun, surat peryataan harta mencapai 28.125 SPH.

Kepala Kanwil DJP Bali Nader Sitorus mengatakan, Kanwil DJP Bali memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap semua pihak yang telah ikut berpartisipasi menyukseskan Program Amnesti Pajak dan akan terus bersinergi dalam meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak.

Apresiasi yang tinggi khususnya disampaikan kepada Wajib Pajak yang mengikuti Amnesti Pajak di lingkungan Kanwil DJP Bali dan kami harapkan dalam komitmennya untuk menjadi Wajib Pajak yang baik di periode selanjutnya.

“Jadi besok  (hari ini, red) hari terakhir untuk WP melakukan pengurusan pajak dan harus benar-benar dimanfaatkan. Kami sudah berikan layanan e-filing juga untuk mempermudah agar tidak mengantre lama-lama,” ujarnya.

Sementara itu, mengingat tempo waktu amnesti pajak yang mengalami waktu sama dengan penyampaian surat pemberitahuan tahunan (SPT) penghasilan tahun 2016, maka Ditjen pajak memberi kelonggaran waktu hingga tanggal 21 April 2017.

“Perpanjangan ini hanya berlaku untuk kewajiban pelapor saja. Sedangkan pajak terutang wajib diselesaikan sesuai waktu yang ditentukan dan akan berakhir besok Jumat (hari ini),” pungkasnya.(zul/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia