Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Produk

Elpiji 3 Kg Tembus Rp 30 Ribu, Dikeluhkan Warga Nusa Penida

Kamis, 30 Mar 2017 13:00

 Elpiji 3 Kg Tembus Rp 30 Ribu, Dikeluhkan Warga Nusa Penida

MAHAL: Gas elpiji 3 kiligram yang di sebuah agen di Klungkung siap dikirim ke pulau Nusa Penida. (Istimewa )

RadarBali.com – Persoalan tingginya harga gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di wilayah Nusa Penida, Klungkung akibat biaya angkut yang tinggi hingga saat ini belum menemui solusi. Hal ini pula yang menyebabkan tidak ada satu pun anggota Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) yang berkeinginan membuka pangkalan di wilayah tersebut.

Sehingga tidak memungkinkan bagi warga yang bermukim di Nusa Penida membeli gas elpiji 3 kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah yang hanya Rp 15 ribu per tabung.

“Warga di Nusa Pendia hingga saat ini masih membeli gas elpiji 3 kilogram dengan harga berkisar Rp 20 ribu – Rp 30 ribu per tabung. Jadi kalau warga yang tinggal di puncak itu bisa membeli gas elpiji 3 kilogram sampai Rp 30 ribu per tabung,” ungkap Kabag Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Klungkung, Ketut Sena saat dihubungi, Rabu (29/3).

Menurutnya, Hiswana Migas tidak bisa menerapkan harga elpiji 3 kilogram sesuai HET karena HET yang berlaku di Nusa Penida terlalu rendah jika dibandingkan dengan biaya angkut yang harus dikeluarkan.

Jika memaksakan diri menjual gas elpiji 3 kilogram sesuai dengan HET, maka Hiswana Migas tidak bisa mendapatkan untung.

“Itu juga yang membuat tidak ada anggota Hiswana Migas yang mau buka pangkalan di Nusa Pendia. Kalau mereka membuka pangkalan di Nusa Pendia namun menjual gas elpiji 3 kilogram di atas HET, maka mereka akan terkena masalah hukum,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Klungkung sudah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Bali, Hiswana Migas, dan Pertamina untuk membahas hal ini.

Namun tidak ada solusi tepat yang bisa dihasilkan. Pemerintah Provinsi Bali meminta penyesuaian HET yang tentunya akan lebih tinggi dibandingkan dengan HET saat ini.

Sementara itu, Pertamina yang diminta untuk menetapkan kebijakan satu harga terhadap gas elpiji 3 kilogram sehingga warga di Nusa Penida bisa menikmati gas elpiji 3 kilogram sesuai HET, dikatakannya tidak bisa melakukan hal itu sebab tidak ada Undang-Undang yang mengatur hal itu.

“Kalau kami melakukan penyesuaian HET untuk harga elpiji 3 kilogram di Nusa Penda, baru saja Bupati mengeluarkan kebijakan penyamaan harga beras antara Klungkung daratan dengan Nusa Penida. Dan Pemerintah pusat saat ini juga akan menerapkan satu harga untuk BBM,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengaku akan kembali melakukan pertemuan kembali dengan Pertamina pada khususnya sehingga warga du Nusa Penida bisa menikmati gas elpiji 3 kilogram dengan harga yang pantas.

“Jadi kami ingin mencari pola, bermain di tingkat hulu yakni Pertamina bisa memberikan kebijakan apa untuk menekan harga elpiji 3 kilogram ini. Dan di tataran kabupaten yang mungkin bisa kami berikan, yakni biaya angkut roronya kami tekan,” tandasnya. (ayu/rid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia