Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Bali Dwipa

Akibat Penambangan Liar, Air di Objek Wisata Jadi Keruh

Senin, 20 Mar 2017 09:30

Akibat Penambangan Liar, Air di Objek Wisata Jadi Keruh

TAK MURNI: Air yang mengalir ke objek wisata Temesi keruh berwarna cokelat akibat penambangan liar di sepanjang tebing Tukad Petanu wilayah Blahbatuh. (Indra Prasetia/Radar Bali )

RadarBali.com – Aksi penambangan liar di sepanjang tebing Tukad Petanu, di wilayah Blahbatuh berlangsung sejak lama.

Sayangnya, tidak ada pihak yang menghentikan aktivitas tak berizin itu. Akibat penambangan liar itu, lingkungan menjadi rusak. Itu terlihat dari keruhnya aliran sungai Petanu.

Menurut pengelola Air Terjun Tegenungan, Gusti Made Raka, keruhnya air sungai Petanu ini sudah terjadi sejak lama.

“Itu karena ada penambangan di atas aliran ini, di bagian hulu,” ujar Gusti Made Raka.

Dengan adanya penambangan itu, kondisi air sungia menjadi menjadi bertambah parah.

Apalagi, sungai Petanu ini juga mengaliri air terjun Tegenungan di Kecamatan Sukawati.

“Banyak pengunjung merasa kecewa karena berharap bisa mandi, namun harus mengurungkan niatnya setelah melihat air keruh,” keluhnya, kemarin.

Pihak pengelola kerap berdalih kepada pengunjung, jika air terjun ini keruh lantaran semalam terjadi hujan lebat di daerah hulu.

“Kalau musim hujan, kami pakai alasan hujan. Tapi kalau musim kemarau tetap keruh, disitu kami bingung,” ujarnya.

Pihaknya juga telah melaporkan masalah ini kepada Dinas Satpol PP Gianyar termasuk ke DPRD Kabupaten Gianyar.

Dia juga khawatir aksi penmbangan illegal sudah mengganggu objek wisata yang notabena disupport oleh pemerintah.

“Dulu sudah sering melapor ke Satpol PP, setelah disidak mereka berhenti beraktivitas, keruhnya berkurang. Tapi, beberapa bulan lagi keruh lagi, ternyata beroperasi lagi,” ucapnya jengkel.

Tidak ada tempat lain mengadu, sebagai pengelola dia berharap ada tindakan tegas dari kepolisian. Terlebih, masalah penambangan ini menjadi kewenangan dari pihak kepolisian dalam hal ini Polres Gianyar.

“Kami harap penambang ini bisa ditertibka, khususnya di Tukad Petanu,” pintanya.

Di tempat terpisah, Kapolres Gianyar, AKBP Waluya yang dikonfirmasi menegaskan akan kembali menerjunkan anggota untuk melakukan pengawasan aksi penambangan illegal di sepanjang tebing sungai Petanu.

“Informasi ini akan segera kami tindak lanjuti, bila memang masih ada pasti pelakunya akan segera diamankan,” ujar Waluya, kemarin. (dra/rid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia