Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Bali Utama

Lhooo... Dikira Fogging Dari Pemerintah, Ternyata Dipungut Bayaran

Sabtu, 18 Mar 2017 08:00

Lhooo... Dikira Fogging Dari Pemerintah, Ternyata Dipungut Bayaran

Ilustrasi (dok JPNN)

RadarBali.com – Sudah jatuh tertimpa tangga. Barangkali pepatah itu pepatah yang tepat untuk menggambarkan nasib sejumlah warga di Desa Banjar, Kecamatan Banjar.

Betapa tidak, setelah anak-anak mereka terjangkit demam berdarah, kini untuk mendapat pelayanan fogging warga pun harus membayar.

Hal itu menimpa warga yang tinggal di Banjar Dinas Sekar, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Jumat (17/3) kemarin. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, ada empat orang warga yang dinyatakan terkena demam berdarah.

Mereka adalah Putu Angga Pastina, Putu Esa Marvelia, Kadek Budi, dan Putu Mertayasa. Keempatnya menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit.

Ada yang dirawat di RS Pratama Tangguwisia, ada pula yang dirawat di RSUD Buleleng.

Orang tua dari anak-anak itu pun mengaku sudah melaporkan penyakit anak mereka di Puskesmas Banjar I, dan berharap petugas puskesmas melakukan fogging di rumah warga.

Namun puskesmas menyatakan masih menunggu instruksi dari dinas, sebelum melakukan fogging.

Belakangan pagi kemarin, ada seorang warga yang mengatasnamakan Puskesmas Banjar I, dan melakukan fogging di rumah warga.

Warga pun menyambut petugas itu. Namun setelah melakukan pengasapan, warga malah ditodong biaya Rp 30 ribu per rumah.

Alasannya digunakan untuk membeli bensin, solar, konsumsi, serta rokok. Total ada sebelas rumah yang ditodong pungutan itu.

“Awalnya kan senang karena pemerintah sudah memenuhi permintaan kami. Tapi setelah di-foggingkok malah kami harus bayar. Setahu saya semestinya gratis. Anak saya baru kemarin keluar rumah sakit, sekarang sudah kena lagi Rp 30 ribu. Saya sampai pinjam uang sama tetangga,” kata warga yang minta namanya tak dikorankan.

Setelah ditelisik, ternyata warga yang datang ke rumah-rumah warga bukan petugas dari Puskesmas Banjar I. Ternyata warga tersebut meminjam alat fogging dari puskesmas.

Alasannya akan melakukan fogging swadaya. Namun faktanya, melakukan pungutan kepada warga.

Kepala Puskesmas Banjar I, drg. I Putu Novara Sona yang dikonfirmasi terpisah, mengaku tak mengetahui bahwa alat fogging yang ada di Puskesmas Banjar I disalahgunakan warga.

Nova sendiri mengakui bahwa alat fogging di puskesmas, pagi kemarin sempat dipinjam warga.

Menurut Nova, selama ini memang banyak warga yang meminjam alat fogging untuk melakukan pengasapan swadaya.

“Kami tidak pernah mengarahkan warga sampai melakukan pungutan ke rumah-rumah. Kami baru tahu masalah ini. Sebelum-sebelumnya sering ada yang pinjam, tapi untuk fogging swadaya. Bukan sengaja datang ke rumah-rumah, lalu melakukan pungutan,” kata Nova. (eps/gup)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia