Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Politik

Jelang Pilgub Bali 2018, Baliho Mulai Penuhi Jalan

Sabtu, 11 Mar 2017 09:30

Jelang Pilgub Bali 2018, Baliho Mulai Penuhi Jalan

MENJAMUR: Baliho milik Sudikerta dan IB Rai Mantra terlihat di Jalan Drupadi Renon. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - Kendati tahapan pemilihan gubernur (Pilgub) Bali 2018 belum dimulai, namun persaingan mulai memanas. Seperti yang terlihat di metro Denpasar. Pemasangan baliho bakal calon sudah mulai memenuhi ruas jalan.

Menariknya, dua kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga sama-sama memasang baliho. Adalah Ketua PDIP Bali Wayan Koster dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Denpasar.

Pantauan di lapangan, relawan Koster Bali Satu (KBS) mulai gerilya menyosialisasikan cagub yang digadang-gadang akan dicalonkan PDIP. Bahkan, baliho Koster mulai menjamur.

Tak mau kalah, relawan Rai Dharmawijaya Mantra juga memasang baliho yang berdiri kokoh di ruas jalan Denpasar.

Terkait menjamurnya baliho, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menekankan bahwa tahapan Pilgub Bali 2018 belum dimulai. “Menurut UU No. 10 Tahun 2016, Pilkada 2018 hari H-nya akan diselenggarakan pada Juni 2018,” ucapnya.

Oleh karena itu, terang Raka Sandi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, KPU Bali belum memiliki kewenangan untuk melakukan penertiban. “Mengenai pemasangan baliho di luar tahapan Pilkada, dalam pemahaman kami, pengaturannya menjadi kewenangan Pemda setempat karena terkait dengan ketertiban dan ketenteraman masyarakat. Juga terkait dengan penegakan Perda,” bebernya.

Disinggung soal pendaftaran peserta Pilgub Bali 2018, Raka Sandi menjawab pada Pilkada serentak 2015, 2017, demikian juga untuk tahun 2018 mendatang tahapan akan ditentukan oleh KPU RI dalam bentuk PKPU.

Dikonfirmasi terpisah terkait menjamurnya  baliho, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Denpasar, Anak Agung Alit Wiradarma menyebut tugas inti pihaknya adalah menurunkan baliho-baliho yang berkaitan dengan iklan atau reklame sesuai Perwali No. 3 Tahun 2014.

“Kalau berkaitan dengan itu (baliho-baliho KBS dan Rai Mantra, red) silakan berkoordinasi dengan Dinas Tata Ruang Kota. Hal tersebut menjadi ranah dinas tersebut,” ucapnya. (ken/dot)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia