Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Bali Utama

Pembelaan Sara Bakal Sia-Sia, Sejoli David-Sara Dituntut 8 Tahun

Rabu, 22 Feb 2017 08:30

Pembelaan Sara Bakal Sia-Sia, Sejoli David-Sara Dituntut 8 Tahun

Sidang Sara Connor. (dok Radar Bali)

RadarBali.com – Sikap ngotot Sara Connor, 46, tidak mau mengakui perbuatannya bakal sia-sia.

Pasangan yang diduga terlibat dalam perkelahian yang menyebabkan meninggalnya anggota Polantas Polsek Kuta, Aipda Wayan Sudarsa, ini kemarin mendapat tuntutan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), AA Ngurah Jayalantara, Kadek Wahyudi, Oka Ariani, menuntut perempuan asal Australia, itu dihukum delapan tahun penjara.

Jaksa menilai Sara terbukti terlibat perkelahian antara David James Taylor, 34 (terdakwa berkas terpisah) dengan korban Wayan Sudarsa.

Bukti keterlibatan Sara didapat dari hasil penyidikan polisi, keterangan saksi fakta dan saksi ahli selama persidangan. Perbuatan Sara terbukti memenuhi delik pidana dakwaan alternatif  pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP. 

“Hal yang memberatkan, terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya. Meminta, majelis hakim yang mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana penjala terdakwa Sara Connor, selama delapan tahun,” tuntut jaksa Jayalantara di hadapan majelis hakim yang diketuai Made Pasek, kemarin (21/2).

Mendengar tuntutan jaksa, wajah Sara langsung memerah. Perempuan kelahiran Cagliari, Italia, itu tak henti-hentinya menatap tajam para jaksa.

Tatapan seperti memendam amarah dan kekecewaan. Ekspresi serupa juga ditunjukkan kuasa hukum Sara, Erwin Siregar dan Robert Khuana.

Bahkan, saat diberi kesempatan menanggapi tuntutan, Erwin langsung berdiri dari tempat duduknya dan menyatakan tuntutan jaksa sangat luar biasa.

“Kami tidak menyangka Yang Mulia. Ternyata tuntutan jaksa sangat luar biasa (berat, maksudnya). Kami minta waktu seminggu untuk menyiapkan pembelaan,” kata Erwin dengan raut muka memerah.

Setali tiga uang, terdakwa David James Taylor dituntut delapan tahun penjara, sebagaimana dakwaan alternatif  pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP. David terhindar dari dakwaan primer, Pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dalam sidang yang berlangsung tiga jam lebih, itu JPU AA Ngurah Jayalantara dan Kadek Wahyudi Ardika, memaparkan tuntutan setebal 125 halaman.

David dinyatakan terbukti menggunakan tenaga secara bersama-sama dan terbuka, yang menyebabkan kematian korban Sudarsa.

Jaksa membuktikan perbuatan David berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti selama persidangan tiga bulan lebih.

Total ada 25 saksi fakta, saksi meringankan serta saksi ahli, sudah dihadirkan di persidangan.

“Tidak ditemukan alasan pemaaf pada diri terdakwa. Karena itu, meminta majelis hakim yang mengadili perkara ini menghukum terdakwa David James Taylor, selama delapan tahun penjara,” tuntut Jaksa Jayalantara.

Pertimbangan yang meringankan, David mengakui seluruh perbuatannya. David mengaku telah berkelahi dengan korban almarhum Sudarsa pada tengah malam, tanggal 16 Agustus lalu.

David juga merasa bersalah karena akibat perkelahian itu telah menyebabkan korban meninggal dunia. Selain itu, terdakwa telah meminta maaf pada keluarga korban. “Pertimbangan memberatkan, perbuatan terdakwa telah m‎enghilangkan nyawa orang,” tukas jaksa.  (san/pit)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia