Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Bali Dwipa

Usung GSD, Dosen Harus Jebolan Luar Negeri

Jumat, 17 Feb 2017 09:00

Usung GSD, Dosen Harus Jebolan Luar Negeri

INOVASI: Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, D.B.A meletakkan dasar Global, Smart, & Digital untuk kemajuan Undiknas. (Istimewa)

RadarBali.com - Undiknas University menjadi satu-satunya universitas swasta di Indonesia Timur yang sudah go internasional.

Untuk tetap menjaga mutu dan kualitas lulusan. Undiknas University terus melakukan inovasi. Salah satunya dengan mengusung konsep Global, Smart, & Digital atau GSD.

Hal tersebut diungkapkan Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, D.B.A kemarin (16/2).

"Saya menjadi rektor lagi beberapa tahun. Jadi plafom SGD sebagai tonggak kemajuan Undiknas University terus saya tanamkan," kata pria low profile tersebut.

"Bukan hanya sekadar mengkader kepemimpinan, kader dosen, sarana prasarana serta infrastruktur juga terus dibenahi," imbuhnya.

Urai dia, plaform Global telah dijawab Undiknas University dengan adanya office dan kelas internasional.

Bahkan, Undiknas berhasil menjadi satu-satunya kampus di wilayah Indonesia Timur yang berhasil menjadi member akreditasi internasional ABEST21 yang bermarkas di Jepang.

Berikut melakukan kerjasama dengan Southern Cross University (SCU) dan Edith Cowan University (ECU) di Australia. Mahasiswa juga berasal dari beberapa negara Asia, pun hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Smart dalam artian smart campus, smart education, smart in process, smart office, and smart to do everything dengan berpatokan pada Tri Hita Karana.

"Kami juga mewajibkan para dosen muda Undiknas untuk melanjutkan studi di luar negeri. S3 harus di luar negeri sehingga qualified," ungkapnya.

Kini, sebagian besar dosen Undiknas berusia muda dan di bawah 30 tahun. Bahkan, di antaranya sudah mampu menembus jurnal internasional.

Sementara plaform Digital direalisasikan dengan Undiknas Mobile Application serta ke depannya akan diwujudkan Smart Campus.

"Keempat adalah Akreditasi. Saya pacu untuk berorientasi mutu dan kualitas. Dosen mengajar jangan sekadar ngajar. Dosen pengetahuannya harus terus di update. Baik keluasan, kedalaman, kekinian, yang link and match dengan dunia industri," pungkas dia. (gup)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia