Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Bali Dwipa

Bongkar! Sindikat SS Jaringan Jawa-Bali

Rabu, 15 Feb 2017 10:00

Bongkar! Sindikat SS Jaringan Jawa-Bali

Ilustrasi (dok JPNN)

RadarBali.com – Dua orang terduga pengedar narkotika jenis sabu-sabu (SS) diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng.

Dari dua orang terduga pengedar narkoba itu, salah seorang diantaranya merupakan anggota sindikat jaringan Jawa-Bali.

Terduga pengedar pertama yang diamankan  polisi adalah Kadek Sukanada Yasa alias Sukek, 26, warga Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng.

Pelaku ditangkap di sebuah rumah yang ada di Perumahan Banyuning Indah, Kelurahan Banyuning, pada Jumat (10/2) lalu. Konon Sukek sudah sejak lama menjadi target operasi polisi.

Polisi menangkan Sukek siang bolong, sekitar pukul 15.30.

Diduga pelaku hendak pesta narkoba, sebelum mengedarkan narkotika jenis sabu itu.

Saat ditangkap polisi, pelaku mengamankan empat paket SS masing-masing seberat 0,12 gram netto; 0,16 gram netto; 0,12 gram netto; dan 0,19 gram netto.

Selain itu polisi juga menemukan sebuah bong yang disembunyikan di dalam rumah.

Konon pelaku membeli paket narkoba itu dari seorang pengedar yang ada di Denpasar.

Biasanya ia membeli dengan pola transfer dan mengambil langsung di Denpasar. Pelaku kemudian membagi paket itu dalam jumlah kecil, dan menjualnya seharga Rp 300 ribu per paket.

Selanjutnya pada pukul 04.00 Sabtu (11/2) dini hari, polisi kembali mengamankan seorang terduga pengedar narkotika jenis SS di Penginapan Uma Sari, Desa Anturan.

Saat itu polisi mengamankan Lukman Hadi alias Lukman, 31, warga Desa Sabrang, Kabupaten Jember. Pelaku diduga anggota jaringan narkotika Jawa-Bali yang sudah biasa menyusup ke Bali untuk menyuplai narkotika.

Penangkapan Lukman sendiri berawal dari informasi akan dilakukan transaksi narkotika di wilayah Anturan.

Polisi langsung menyisir wilayah Anturan termasuk memeriksa sejumlah penginapan.

Di Penginapan Uma Sari, polisi mendapati satu paket narkoba dengan berat 6,21 gram netto yang disembunyikan di dalam kantong jaket.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku mengaku akan melakukan transaksi narkotika dengan salah seorang pemesan pada Sabtu pagi.

Pelaku sengaja membawa barang haram masuk ke Bali, karena terdesak kebutuhan.

Ia dijanjikan upah Rp 200 ribu apabila berhasil menyerahkan barang haram itu kepada pemeasan. (eps/gup)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia