Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Bali Utama

Peserta Membeludak, Kategori Ditambah

Selasa, 14 Feb 2017 07:00

Peserta Membeludak, Kategori Ditambah

PAPARKAN LOMBA : (Dari ke kiri), Djoko Heru Setiawan, Rosihan Anwar, Made Budiartha, dan Ketut Swijana kemarin memaparkan pelaksanaan lomba. (Istimewa)

RadarBali.com - Lomba menulis surat terbuka kepada Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakilnya Made Kembang Hartawan yang digagas Jawa Pos Radar Bali (Radar Jembrana) mendapat respons positif dari para siswa dan mahasiswa ada di Jembrana.

Rencana awal hanya melibatkan siswa SMA dan SMK, akhirnya harus ditambah dengan kategori siswa-siswi SMP dan mahasiswa se-Jembrana.

Dalam technical meeting di Aula Gedung Kesenian Bung Karno, kemarin (13/2), jumlah peserta yang hadir di luar dugaan.

Perwakilan dari SMP, SMA, SMK, dan mahasiswa tanpak memenuhi aula. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan yang dihelat menjelang peringatan setahun masa kepemimpinan Artha-Kembang (Abang) periode kedua tanggal 17 Februari 2017 mendatang.

Usai membahas persyaratan peserta, muncul usulan agar peserta dibagi menurut kategori atau tingkatan sekolah.

“Akhirnya disepakati penilaian meliputi siswa-siswi SMP, siswa-siswi SMA dan SMK  serta mahasiswa. Meski yang mendapat hadiah nanti hanya para juara pertama, kedua, dan ketiga, namun peserta yang berhasil masuk 10 besar namanya akan diekspos melalui Radar Bali,” kata Koordinator Liputan (Korlip) Radar Bali Rosihan Anwar usai sosialisasi persyaratan.

Menurutnya, peserta yang mengikuti lomba tersebut harus menunjukkan karya asli, bukan hasil jiplakan.

Surat ditulis dalam Bahasa Indonesia sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Isi surat berupa saran atau masukan yang membangun.

Juga berupa harapan terhadap bupati dan wakil bupati dalam satu tahun masa kepemimpinan periode kedua.

Surat harus berisi nama, tempat tanggal lahir, kelas, asal sekolah, dan nomor kontak (telepon) peserta.

Rosihan juga mengatakan panjang tulisan maksimal 500 kata atau satu halaman komputer.

Melampirkan foto copy kartu pelajar peserta dan pas foto ukuran 4 x 6 cm berpakaian seragam dalam format Jpg.

Surat diketik dengan font Times New Roman dengan format RTF (rich text format) dengan ukuran font 18.

Semua naskah dan foto dikirim ke alamat email, [email protected]. Peserta wajib menaati seluruh peraturan yang dibuat panitia.

“Batas waktu pengiriman naskah dan foto pada Rabu, 15 Februari 2017 pukul 17.00. Naskah dan foto yang dikirim lewat dari waktu yang ditentukan tidak akan dinilai dan dianggap gugur. Jika ada peserta yang salah mengirim naskah dan foto dianggap kelalaian peserta,” tegas Rosihan.

Ia meminta peserta wajib memperhatikan alamat email lomba dan mengecek notifikasi sent email.

Pemenang lomba akan diumumkan tanggal 17 Februari 2017 di Koran Jawa Pos Radar Bali halaman Radar Jembrana

Semua naskah dan foto yang sudah dikirim menjadi milik panitia. Hadiah bagi pemenang pertama berupa uang tunai Rp 750 ribu, trofi, dan sertifikat. Juara kedua mendapat uang tunai Rp 500 ribu, trofi, dan sertifikat sementara juara ketiga uang tunai Rp 250 ribu, trofi, dan sertifikat. Keputusan panitia tidak bisa diganggu gugat.

Sebelumnya Ketua Bappeda Jembrana Ketut Swijana mengatakan dalam lomba ini anak-anak diminta untuk menulis surat terbuka dengan tiga isu sentral.

Pertama, Harapan Pendidikan dan Masa Depan Anak Muda Jembrana untuk Bupati dan Wakil Bupati Jembrana.

Kedua, Harapan bagi Pengembangan Pariwisata ke Depan untuk Bupati dan Wakil Bupati Jembrana.

Ketiga, Harapan Mengatasi Narkoba dan Kenakalan Remaja untuk Bupati dan Wakil Bupati.

Ketentuan dan kriteria lomba, juri lomba terdiri dari dua orang Redaktur Jawa Pos Radar Bali.

Harus ada kesesuaian antara isi surat dan dengan tema. Isi surat tidak boleh menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dan pribadi bupati dan wakil bupati. Harus ada ide dan aktualiasasi dalam isi surat.

“Kalau acara ini berhasil, kami akan menggunakannya sebagai role model dalam komunikasi sosial di Jembrana. Yang membanggakan, kegiatan ini akan dilakukan setiap tahun. Jadi apabila menjadi model komunikasi sosial, dipertimbangkan untuk dibiayai dari APBD Jembrana,” kata Kabag Humas dan Protokol Jembrana Made Budiartha. (djo/pit)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia