Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Hiburan Budaya

Sosialisasikan Tema PKB, Disbud Berharap Peserta Dapat Mengeksplorasi

Jumat, 10 Feb 2017 15:00

Sosialisasikan Tema PKB, Disbud Berharap Peserta Dapat Mengeksplorasi

SOSIALISASI PKB: Suasana sosialisasi PKB di panggung terbuka Puri Seni Sasana Budaya Buleleng kemarin (Eka Prasetya/Radar Bali)

RadarBali.com – Dinas Kebudayaan Bali mendorong agar sanggar-sanggar membuat garapan pementasan pada Pesta Kesenian Bali 2017, merujuk pada tema yang telah ditentukan.

Dinas Kebudayaan Bali sendiri telah menentukan tema pada PKB 2017, yakni Ulun Danu. Tema itu telah ditetapkan sejak September 2016 silam, dan diharapkan bisa diadopsi oleh kabupaten/kota.

Kamis (9/2) kemarin, Disbud Bali melakukan sosialisasi mengenai tema PKB di Kabupaten Buleleng.

Sosialisasi itu dilangsungkan di Panggung Terbuka Puri Seni Sasana Budaya, Kamis siang. Sosialisasi itu dipimpin langsung Kepala Disbud Bali Dewa Putu Beratha yang menghadirkan Ketua Dewan Kurator PKB Bali 2017 Prof. Wayan Dibia.

Sosialisasi dihadiri seluruh sanggar yang terlibat dalam PKB. Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng I Putu Tastra Wijaya juga turut hadir dalam kesempatan itu.

Dinas Kebudayaan Bali sengaja melakukan road show sosialisasi ke kabupaten/kota, dengan harapan daerah-daerah memahami esensi dari tema Ulun Danu yang telah ditetapkan.

Selama ini banyak sanggar yang menganggap tema Ulun Danu merujuk pada empat danau yang ada di Provinsi Bali.

Tak pelak banyak timbul kecemburuan, karena tema itu terkesan mengistimewakan Buleleng, Tabanan, dan Bangli, yang memang di daerahnya terdapat danau. 

Namun, dalam sosialisasi kemarin, Disbud Bali menegaskan bahwa titik sentral tema adalah memuliakan air sebagai sumber kehidupan dan penghidupan.

Sehingga sanggar bisa lebih bebas bereksplorasi terhadap air. Entah itu sumber air yang ada di danau, sungai, pegunungan, bahkan mengeksplorasi potensi maritim sekali pun.

Kepala Dinas Kebudayaan Bali Dewa Putu Beratha mengatakan, Disbud Bali berharap agar sanggar yang ikut serta dalam PKB benar-benar mengeksplorasi tema tersebut.

Sehingga garapan yang dipentaskan terkait dengan tema, serta maksud dari tema PKB itu sendiri sampai ke penonton.

“Kami ingin lewat garapan ini, ada kesadaran dari masyarakat Bali khususnya, bagaimana kita memuliakan air. Karena air ini sumber kehidupan dan penghidupan. Kalau kita tidak bijak mengelola air, tentu akan berdampak pada bencana seperti banjir, longsor, termasuk kekeringan. Kami ingin ada pelestarian sumber air, itu sebenarnya esensi dari tema PKB tahun ini,” kata Beratha.

Meski demikian, Dinas Kebudayaan Bali juga memaklumi jika dalam perjalanannya, ada beberapa pementasan yang tak terkait dengan tema.

Misalnya saja pementasan-pementasan yang bersifat rekonstruksi. Mengingat tak semua seni yang direkonstruksi, memiliki keterkaitan dengan tema PKB 2017.

“Kalau rekonstruksi, alangkah baiknya jika berkaitan dengan tema. Tentu tidak wajib. Tapi kan tidak mudah mencari yang seperti itu. Kembali lagi esensi rekonstruksi itu sendiri, yakni menggali dan melestarikan kesenian yang sudah punah atau hampir punah. Tapi kalau yang sifatnya kreasi, kami haruskan sesuai dengan tema,” demikian Beratha. (eps/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia