Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Industri

Dapat Pasokan dari Jawa, Harga Sayuran Turun

Jumat, 10 Feb 2017 14:00

Dapat Pasokan dari Jawa, Harga Sayuran Turun

BERANGSUR NORMAL: Pasokan sayuran dari Jawa mulai normal, sehingga berefek kepada harga. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - Sempat mengalami peningkatan harga beberapa waktu lalu, kini harga sayur-mayur di pasaran mulai mengalami penurunan.

Hal ini karena sayuran yang dijual merupakan sayuran yang dipasok dari daerah Jawa.

Murni, salah seorang pedagang sayur di Pasar Badung jalan Cokroaminoto, Denpasar, saat ditemui ketika berjualan, Kamis (9/2) mengatakan, harga sayuran sudah mulai turun dari sepekan terakhir.

Dia mengatakan harga brokoli yang sempat Rp 60 ribu per kilogram, saat ini harganya Rp 35 ribu per kilogram dan kembang kol yang sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram turun menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

“Sayur hijau yang sebelumnya sempat Rp 25 ribu per kilogram saat ini Rp 10 ribu per kilogram, serta sawi putih dari yang sebelumnya Rp 17 ribu per kilogram turun menjadi Rp 10 ribu per kilogram,” paparnya.

Menurutnya, turunnya harga sayuran di pasaran saat ini karena produksi sayuran di wilayah Jawa pada khususnya mulai membaik sehingga pasokan sayuran ke pasar mulai lancar.

Oleh karena itu, jika sebelumnya dia menjual sayuran yang dipasok dari para petani di Bali, kini dia mengaku menjual sayuran yang dipasok dari daerah Jawa.

Menurutnya, itu dilakukannya karena harga sayuran dari Jawa terbilang lebih murah dibandingkan dengan harga sayuran dari pertanian di Bali.

“Seperti brokoli yang dipasok dari Jawa harganya Rp 25 ribu per kilogram, jadi saya bisa jual Rp 35 ribu per kilogram. Kalau brokoli dari petani di Bali harganya bisa sampai Rp 50 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Meski jauh lebih murah, menurutnya dari segi kualitas, sayuran dari petani di Bali jauh lebih bagus.

Jika sayuran dari Jawa bisa bertahan kesegarannya selama dua hari, sayuran yang dipasok dari petani di Bali bisa bertahan kesegarannya hingga tiga hari.

“Selain memang kualitas hasil panen di Bali lebih bagus, proses pengiriman juga berpengaruh. Kalau sayuran yang dipasok dari Jawa kan cukup jauh dan lama jadi tidak bisa bertahan lebih lama dibandingkan sayuran yang dipasok dari Bali,” terangnya. (ayu/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia