Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Kriminal

Jawaban Sara Berbelit, Jaksa Emosi Sampai Gebrak Meja

Selasa, 31 Jan 2017 09:00

Jawaban Sara Berbelit, Jaksa Emosi Sampai Gebrak Meja

KELAT-KELIT: Sara Connor (dua dari kanan depan) saat menjadi saksi dalam siding terdakwa David di PN Denpasar kemarin. (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.comSara Connor, 46, terdakwa pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa menjadi saksi mahkota dalam sidang terdakwa lain David James Taylor, 34, kemarin (30/1).

Di luar dugaan, perempuan berpaspor Australia, itu membantah keterangan yang sudah dia sampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian. Sara berbelit-belit saat ditanya jaksa tentang keterlibatan dirinya terkait kematian Sudarsa.

Sara terkesan lepas tangan dan menghindar. Saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agung Jayalantara menanyakan alasan Sara memotong-motong kartu identitas milik korban, dijawab karena waktu itu sedang panik.

Sontak, jawaban itu membuat jaksa emosional. “Kalau panik kenapa harus memotong barang punya orang lain?!” seru Jayalantara sambil menggebrak meja dan membanting bolpoin.

Kontan saja Sara gelagapan menanggapi tekanan Jayalantara. Selanjutnya Sara beralasan dirinya memotong identitas korban lantaran di Australia kartu identitas seperti itu bisa disalahgunakan.

Ya, tapi tidak seharusnya memotong dan membuang barang orang kan?!” tandas Jayalantara masih dengan nada tinggi.

Suasana memanas sempat ditengahi hakim ketua Yanto yang meminta tidak menyudutkan Sara yang bertindak sebagai saksi, bukan terdakwa.

Namun, Jayalantara tetap mendesak dengan pertanyaan, seharusnya terdakwa mengembalikan atau lapor polisi.

Sara mengaku sudah berusaha melapor ke polisi dengan meminta tolong pada tukang ojek. ”Tapi, tukang ojek tidak mau antar saya ke kantor polisi, karena saya tidak punya uang waktu itu,” kelitnya.

Ketika ditanya mengapa membuang potongan itu jauh sampai Jimbaran, jawaban Sara kembali tidak masuk akal.

Ibu dua anak itu mengaku tidak menemukan tong sampah di penginapan Kubu Kauh Inn, Kuta hingga ke Jimbaran. Akhirnya dia membuang potongan kartu ke semak-semak.

Sementara saat ditanya Haposan Sihombing, kuasa hukum David apakah Sara terlibat dalam perkelahian.

Perempuan kelahiran Cagliari, Italia, itu mengaku hanya berusaha melerai. Dia juga menarik keterangannya dalam BAP yang menyebutkan pahanya digigit korban karena ikut melakukan perlawanan.

Dalihnya, bahasa Inggris bukan bahasa utamanya sehari-hari. Sementara itu, David mengaku senang dengan keterangan Sara. ”Saya berharap ada saksi meringankan untuk saya,” ujar David. (san/yor)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia