Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Hiburan Budaya

Tahun ini Sanggar Seni Daerah Berkesempatan Tampil

Rabu, 25 Jan 2017 15:00

Tahun ini Sanggar Seni Daerah Berkesempatan Tampil

TAMPIL MENGHIBUR: Salah satu sekaa seni saat tampil menghibur di Pesta Kesenian Bali tahun lalu. Tahun ini, semua sekaa di Bali berkesempatan tampil membawakan karya seninya. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - KABAR gembira bagi sanggar atau sekaa seni di Bali yang selama ini belum bisa tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB).

Tahun ini, panitia memberikan ruang untuk sekaa yang tidak mewakili daerahnya untuk tampil di PKB 2017.

Namun, sekaa seni harus mengajukan permohonan ke Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali. Nantinya, sekaa seni yang boleh pentas diputuskan oleh tim kurator.

Kadisbud Bali Dewa Putu Beratha berjanji, seleksi akan dilakukan lebih selektif. Dikatakan, ada pemerataan sanggar atau sekaa di semua daerah.

Hal ini dilakukan karena berdasarkan penyelenggaraan PKB tahun sebelumnya, panitia sering mendapat cibiran dari kalangan seniman lantaran sekaa seni yang pentas masih mendominasi dari tiga daerah yakni Denpasar, Badung, dan Gianyar. Hanya segelintir dari daerah lain.

“Sebenarnya banyak dari luar tiga kabupaten itu. Cuma mereka tinggalnya di Denpasar-Badung.  Kesannya tidak merata. Tapi ya sudahlah. Tahun ini kami dorong sanggar seni di daerah untuk tampil di PKB,” ujar Dewa Beratha ditemui di kantornya Selasa (24/1) kemarin.

Di samping mempertimbangan asal sanggar seni, tim kurator juga mempertimbangkan yang sudah sering pentas di PKB. Peluang pentasnya dipersempit.

PKB tahun ini diprioritaskan yang memang sama sekali atau jarang pentas di PKB. Terkecuali yang garapannya memang dibutuhkan untuk dipentaskan.

“Kurator akan melakukan kurasi secara tertutup. Misalnya ada kesenian yang harus dipentaskan. Kurator mencari sendiri sekaa seninya, ditawarkan menampilkan kesenian yang memang dianggap penting dipentaskan,” terang Dewa didampingi Kepala Bidang Kesenian dan Tenaga Kebudayaan, Ni Wayan Sulastriani.

Tak kalah penting juga, sekaa atau sanggar yang diberi kesempatan pentas mampu menampilkan garapan sesuai tema PKB. Yakni Ulun Danu, memuliakan dan melestarikan air sebagai sumber kehidupan.

Dalam pementasan ini mesti diperhatikan pula garapannya karena misi PKB adalah pelestarian seni dan budaya. Tapi tak menutup kemungkinan ada seni pengembangan.

“Porsinya 60 persen pelestarian, sebesar 40 persen pengembangan,” jelas Dewa Beratha seraya menyebutkan bahwa sekaa seni dari luar perwakilan daerah dibatasi sekitar 60 sekaa. (wan/dot)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia