Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Kriminal

Sara Connor Terdakwa Pembunuh Aipda Sudarsa Protes Hakim, Kenapa

Jumat, 25 Nov 2016 11:00

Sara Connor Terdakwa Pembunuh Aipda Sudarsa Protes Hakim, Kenapa

PROTES HAKIM: Sara Connor turun dari mobil menuju sel tahanan sebelum sidang putusan sela kemarin (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.com - Wajah Sara Connor, 46, terdakwa pembunuhan anggota Polantas Polsek Kuta, Aipda Wayan Sudarsa, terlihat kesal.

Perempuan asal Australia itu mengerenyitkan keningnya ketika majelis hakim ‎yang diketuai Made Pasek, menyatakan menolak eksepsi terdakwa.

Usai hakim membacakan vonis dan mengetuk palu, Sara tetap ngotot bahwa dia tidak bersalah. “Saya tidak mengerti dengan semua ini, saya tidak bersalah,” ujar Sara di persidangan kemarin (24/11).

“Saya tidak melakukan perbuatan apapun yang menyebabkan orang (Sudarsa) meninggal. Saya tidak bersalah,” protes kekasih terdakwa David James Toylor itu.

Sikap Sara tersebut sempat membuat hakim bingung. Hakim meminta agar Sara konsultasi dengan tim kuasa hukumnya Erwin Siregar.

Erwin menyatakan tidak terima dengan putusan sela hakim. Erwin akan mengajukan banding setelah ada putusan pokok.

“Kami tim kuasa hukum akan mengajukan banding setelah ada putusan pokok. Kami tidak keberatan atas putusan ini, tapi kami akan banding,” ujar Erwin.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan eksepsi yang diajukan terdakwa melalui kuasa hukumnya, yang menyebut dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak cermat, lengkap dan jelas, tidak bisa dibuktikan.

“Dakwaan Penuntut Umum sudah cermat, lengkap dan jelas. Sehingga dakwaan sudah masuk pokok perkara,” tegas Hakim Made Pasek.

Hakim juga mementahkan eksepsi kuasa hukum terdakwa yang menuding JPU berhalusinasi dalam membuat dakwaan.

Dijelaskan hakim, penyusunan dakwaan sudah berdasarkan rekonstruksi dan berita acara penyidik polisi.

“JPU tidak mungkin merangkai kata-kata tanpa ada sumber BAP. Dakwaan jaksa berimijanasi dan berhalusinasi tidak terbukti,” imbuh hakim.

Hakim menilai Sara berperan dalam perkara yang sedang terjadi. Keterlibatan tersebut didasarkan pada keterangan dalam BAP penyidik.

Selain itu, kuasa hukum terdakwa juga menyebut harusnya terdakwa jika bersalah didakwa dengan Pasal 221 ayat (1) kedua KUHP.‎

Bukan pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat 1, pasal 170 KUHP ayat 2 dan pasal 351 ayat 3 KUHP juncto pasal 55 ayat.

Pernyataan kuasa hukum terdakwa tersebut mengakui bahwa ‎terdakwa ikut terlibat dan bersalah.

“Menolak seluruh eksepsi terdakwa, dan memerintahkan penuntut umum melanjutkan pemeriksaan terdakwa Sara Connor,” beber hakim.

Sementara pantauan koran ini, Sara setelah sidang langsung menempati sel tahanan khusus perempuan.

Di dalam sel, Sara duduk di pojok menghindari kamera. Sara tampak masih dongkol dengan keputusan hakim. Sambil melipat tangganya dia cemberut.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Jumlah saksi yang akan dihadirkan sebanyak 28 orang.

Menurut informasi, terdakwa David ‎berharap bisa kembali disidangkan bersama. Ini karena David kangen dan ingin bertemu dengan Sara‎.(san/mus)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia