Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Investasi

Duh Celaka… 68 Toko Bodong Betebaran di Buleleng

Jumat, 25 Nov 2016 09:30

Duh Celaka… 68 Toko Bodong Betebaran di Buleleng

CEK IZIN: Satpol PP Buleleng mengecek izin toko modern di Buleleng kemarin (Eka Prasetya/Radar Bali)

RadarBali.com – Polisi Pamong Praja Buleleng menemukan puluhan toko dan pasar modern yang diduga bodong alias tak berizin.

Puluhan toko itu ditemukan setelah Polisi Pamong Praja Buleleng melakukan pemantauan door to door yang dilakukan sejak Senin (21/11) lalu.

Hingga Kamis (24/11) sore kemarin, setidaknya ada 68 toko serta pasar modern yang terindikasi bodong. Itu pun belum semua wilayah yang tersentuh, namun baru meliputi enam kecamatan saja.

Pol PP Buleleng masih memiliki waktu selama sepuluh hari ke depan untuk menyelesaikan pemantauan, sesuai dengan yang dijanjikan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Buleleng Ida Bagus Suadnyana menyatakan, saat ini pemantauan baru menyasar enam kecamatan saja.

Enam kecamatan itu ada di wilayah Buleleng Tengah dan Buleleng Timur, yang meliputi Kecamatan Sukasada, Buleleng, Banjar, Tejakula, Sawan, dan Kubutambahan.

Sementara wilayah Buleleng Barat yakni Kecamatan Busungbiu, Seririt, dan Gerokgak akan dilakukan belakangan, setelah tim di Buleleng Tengah dan Buleleng Timur tuntas.

Alasannya tiga kecamatan itu sangat luas dan secara geografis juga cukup sulit diakses. Sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra.

Suadnyana menyatakan penyisiran di enam kecamatan itu belum tuntas sepenuhnya. Dari hasil penyisiran itu, ternyata ada 68 buah toko serta pasar modern yang diduga bodong.

“Ada yang tidak berizin dan ada yang belum bisa menunjukkan izin. Selama tidak bisa menunjukkan izin, tetap kami catat. Itu baru di enam kecamatan, dan belum selesai semua. Tim kami masih bekerja di lapangan,” jelasnya.

Rata-rata penjaga toko modern yang tak bisa menunjukkan izin, berdalih jika izin sedang dalam proses atau dibawa oleh pemiliknya.

Namun Pol PP tak mau percaya begitu saja. Karena Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bisa saja dipajang salinannya, sementara aslinya tetap dipegang pemilik.

Selain itu Pol PP juga menemukan beberapa toko modern yang sebelumnya telah mengantongi izin, namun enggan mengurus perpanjangan izin.

Setelah menuntaskan penyisiran, Pol PP Buleleng akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Buleleng dan Tim Investasi Pemkab Buleleng.

Alasannya Pol PP Buleleng masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait, sebelum menjatuhkan sanksi penyegelan. (eps/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia