Sabtu, 18 Nov 2017
radarbali
Kriminal
Sidang Pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa

Tukang Ojek Itu Sebut Terdakwa dan Korban Sempat Berkelahi

Kamis, 24 Nov 2016 09:00

Tukang Ojek Itu Sebut Terdakwa dan Korban Sempat Berkelahi

SANTAI: Terdakwa David Taylor tampak rileks di ruang tahanan PN Denpasar sebelum sidang kasus pembunuhan kemarin (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.com - ‎Perlahan penyebab kematian anggota Polantas Polsek Kuta, Aipda Wayan Sudarsa, semakin terang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), menghadirkan dua orang saksi  Wayan Gunawan, dan Samuel. Saksi Samuel yang berprofesi sebagai tukang ojek itu

mengaku sempat melihat korban Sudarsa berkelahi dengan dua orang bule, yang diduga terdakwa David James Taylor, 34, dan Sara Connor, 46. 

Samuel sudah empat tahun menjadi tukang ojek biasa mangkal di kawasan Jalan Pantai Kuta.  Waktu kejadian Samuel sedang mengantar tamu.

Samuel sempat melihat ada bule berambut gimbal (David) sedang memegang kerah baju korban.

"Terdengar suara seperti bentakan. Tapi tak jelas, karena saya hanya melintas saja," terang Samuel, kemarin (23/11) pada persidangan dipimpin hakim Yanto.

Samuel juga melihat seorang wanita bule yang ada di TKP. Keterangan saksi ini berbeda dengan gambar BAP kepolisian.

Dalam BAP, bule wanita yang diyakini Sara tidak ada di lokasi, namun berada di pantai yang jaraknya cukup jauh di dalam. Ini juga dibantah terdakwa David.

Namun dalam kesaksiannya kemarin, pada majelis hakim, Samuel ngotot saat kejadian dia melihat ada Sara di TKP.

Ditanyakan kenapa berbeda dengan BAP dan persetujuannya, Samuel mengaku tak perhatikan gambar saat teken BAP.

Yang menarik, Samuel mengaku akrab dan mengenal korban termasuk tahu nama julukan korban. Korban Sudarsa familier dengan panggilan Pak Kumis.

Empat tahun menjadi tukang ojek dan mangkal di kawasan Kuta, Samuel mengaku sering bertemu korban di kawasan itu.

Bahkan saksi mengaku kerap dibantu saat di jalan raya melakukan kesalahan. "Ya sempat bonceng penumpang tapi tidak pakai helm dan pernah lawan arus (lalin) di Kuta, dibantu dengan tidak ditilang,"ungkapnya.

Sementara pengacara David, Haposan Sihombing mengejar kenapa saksi Samuel tak melerai saat melihat perkelahian.

Samuel mengaku tak bisa melerai karena sedang mengantar tamu. ‎Samuel yang memungut kartu-kartu identitas korban yang berserakan di atas beton pembatas jalan dengan pintu masuk pantai. 

Saksi lain Wayan Gunawan, yang bertugas sebagai jagabaya (keamanan adat),  menerangkan jika dirinya bersama temannya paling pertama sampai di TKP.

Itu berawal ada informasi jika ada orang terkapar di TKP sekitar pukul 01.00 dini hari.  Dengan jarak sekitar 12 meter, Gunawan benar melihat orang terlentang dengan tubuh tidak bergerak.

Dia tidak berani mendekat sebelum polisi datang. "Teman saya yang menghubungi polisi. Begitu datang, baru berani mendekat,"paparnya.

Gunawan melihat ada luka pada kepala, di sekitar tubuh korban juga ditemukan pecahan botol, serta tak jauh dari itu dilihat ada teropong. 

Gunawan juga mengaku tidak kenal namun pernah melihat korban di kawasan Kuta. Dia juga menyebut jika tak lazim polisi lalulintas berada di kawasan pantai.

Sidang dilanjutkan pekan depan masih agenda pemeriksaan saksi. Total saksi jaksa akan dihadirkan 2‎6 orang.(san/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia