Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Niskala

Nyepi Segara, Aktivitas Laut Perairan Kusumba Dihentikan 10 Jam

Sabtu, 12 Nov 2016 11:30

Nyepi Segara, Aktivitas Laut Perairan Kusumba Dihentikan 10 Jam

Ilustrasi (Dok Radar Bali)

RadarBali.com – Seluruh aktivitas di laut dan pesisir pantai yang masuk wilayah Desa Adat Kusamba, Selasa (15/11) mendatang akan dilarang, termasuk pelabuhan penyeberangan dari Klungkung menuju Nusa Penida atau sebaliknya.

Hal ini berkaitan dengan upacara nyepi segara yang dilakukan Desa Pakraman Kusamba yang dilakukan setiap satu tahun sekali.

Bendesa Adat Desa Pakraman Kusamba Ketut Sudana mengatakan, larangan seluruh aktivitas di laut dan dipantai ini meski hanya berlaku untuk wilayah Desa Adat Kusamba.

Hal ini sudah disampaikan pada desa adat yang berdampingan terutama pada desa adat yang masuk dalam satu Desa Dinas Kusamba.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, desa adat lain di Kusamba akan menghormati dan menghentikan kegiatan di laut atau di pantai,” jelasnya.

Upacara nyepi segara atau penghentian seluruh aktivitas di laut maupun di pantai ini hanya berlangsung selama kurang dari 12 jam, yakni dari pukul 6.00 Wita pagi hingga pukul 16.00 Wita.

Yang dilarang adalah segala aktivitas penyeberangan dan aktivitas apapun di pantai. “Kalau aktivitas di darat boleh, tapi kalau sudah menginjak pasir pantai tidak boleh,” terangnya.

Desa adat akan membuat batasan-batasan wilayah yang dilarang dan diperbolehkan, mulai dari batas Desa Adat Kusamba paling barat hingga paling timur dengan tanda penjor.

Dengan nyepi segara ini berarti beberapa pelabuhan tradisional akan berhenti beroperasi selama upacara berlangsung.

Pelabuhan tradisional yang masuk Desa Adat Kusamba di antaranya Pelabuhan Kampung Kusamba, Pelabuhan Segara.

Sedangkan Pelabuhan Banjar Biasa dan Pelabuhan Tribuana yang tidak masuk dalam Desa Adat Kusamba diharapkan juga menghentikan aktivitas di laut untuk menghormati upacara yang dilakukan.

”Kalau dari Nusa Penida ke Padangbai atau pelabuhan lain tidak apa-apa, asal tidak masuk wilayah Kusamba,” tegasnya.

Upacara nyepi segara ini merupakan rangkaian dari upacara ngusaba yang dilakukan Desa Adat Kusamba.

Sehari sebelum dilakukan nyepi segara, akan dilangsungkan upacara pakelem di laut selatan Kusamba, sejumlah hewan terutama yang hidup di air seperti ikan akan dilarung  ke laut.

Rangkaian upacara ini merupakan warisan turun temurun yang dilakukan setiap tahun sekali sebagai wujud dari rasa syukur pada Tuhan, karena hampir semua masyarakat Desa Adat Kusamba bekerja sebagai nelayan. (bas/mus)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia