Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Niskala

13 Pengempon Sungsung Ida Panembahan Sakti Jero Gede, Ini Keunikannya…

Minggu, 23 Oct 2016 10:30

13 Pengempon Sungsung Ida Panembahan Sakti Jero Gede, Ini Keunikannya…

TEDUN : Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat saat tedun ke pantai beberapa waktu lalu. (Dewa Rastana/Radar Bali)

RadarBali.com - Keunikan datang dari sesuhunan Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat di Banjar Tanah Pegat, Desa Gubug, Tabanan.

Sesuhunan yang mirip dengan barong landung tersebut disungsung oleh sekelompok masyarakat sejak dahulu secara turun-temurun. 

Kelihan dari penyungsung Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat, I Ketut Mudra menyatakan, pengempon dari barong yang

ditempatkan di Pura Kahyangan Jagat Jero Gede Tanah Pegat tersebut hanya berjumlah 13 kepala keluarga (KK) dan tidak akan bertambah ataupun berkurang. "Sejak dulu memang disungsung 13 kepala keluarga," ungkap Mudra.

Mudra menceritakan, Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat adalah Ida Batara Dalem Majapahit.

Di mana sekitar tahun 1416 masehi, Ida Batara Dalem Majapahit meninggalkan Jawa menuju Pulau Bali yang diikuti oleh 13 orang pengikutnya.

Setelah tiba di Tanah Pegat, Ida Batara Dalem Majapahit yang telah berwujud sesuhunan kemudian dipasupati oleh Dhang Hyang Nirartha.

"Saat itu pula Dhang Hyang Nirarta mendapat sabda bahwa pengempon Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah  Pegat tidak boleh lebih atau kurang dari 13 orang," sambungnya.

Namun sayang cerita tersebut tidak ada dalam naskah tertulis, hanya diceritakan turun-temurun karena memang tidak ada yang tahu pasti dimana sejarahnya tertulis.

Setiap Hari Raya Kuningan yang bertepatan dengan Purnama atau Tilem tiba biasanya Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat akan mesucian ke pantai.

Selain itu, para pengempon biasanya akan dapat pawisik melalui mimpi. Tidak hanya satu orang harus minimal dua orang dari keluarga yang berbeda.

Masyarakat kemudian akan menghaturkan sarana upakara ketika Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat melintas.

Maksud sarana upakara adalah sebagai penolak bala, serta memohon keselamatan bagi bayi atau memohon kelancaran rejeki.

"Biasanya saat telah tiba di depan rumah masyarakat yang menghaturkan upakara, Ida sesuhunan akan ditempatkan untuk diupacarai, setelah proses upacara selesai akan ditarikan oleh pengemponnya beberapa saat," paparnya.

Uniknya lagi, Ida Panembahan Sakti Jero Gede Tanah Pegat juga kerap kali tedunke puri-puri yang ada di Tabanan ketika ada upacara pengabenan.

Tujuannya sebagai penolak bala agar upacara pengabenan berjalan dengan lancar. “Ida Sesuhunan tidak canggung untuk tedun ke rumah atau puri meskipun sedang dalam keadaan cuntaka,” tandasnya. (ras/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia