Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
DBL

Jadi Tahun Terakhir, Sanis Jisanchegi Grogi Jelang ke Amerika

Minggu, 16 Oct 2016 19:00

Jadi Tahun Terakhir, Sanis Jisanchegi Grogi Jelang ke Amerika

GROGI; Kadek Sanis Jisanchegi mengaku grogi jelang ke Amerika meski ini bukan yang pertama (Alit Binawan/Radar Bali)

RadarBali.com - Para campers yang berhak melaju sebagai tim DBL All Star dan akan bertolak ke Amerika Serikat bulan November mendatang akan melakukan latihan terakhir terlebih dahulu di DBL Camp, Surabaya.

Rencananya, lima campers Bali yang terpilih akan bertolak dari Bali menuju Surabaya tanggal 26 Oktober mendatang.

Masih ada perasaan gugup yang dialami oleh para campers, salah satunya adalah Kadek Sanis Jisanchegi. MVP DBL Bali Series tahun 2016 tersebut mengaku masih ada rasa gugup yang dirasakan.

“Grogi pasti. Padahal saya tahun lalu juga All Star, tetapi masih saja grogi,” terang siswa kelas XII SMAN 1 Gianyar tersebut saat ditemui di GOR Ngurah Rai Sabtu kemarin (15/10).

Dirinya mengatakan, rasa grogi serta gugup yang tinggi karena dirinya memiliki beban atas hasil yang diraihnya musim lalu.

“Benar-benar beban sekali tahun ini. Apalagi ini tahun terakhir saya bisa merasakan DBL All Star,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, Jisan mengaku ingin menjadi starter player dan bisa memenangkan International Challenge (IC) melawan tim-tim dari negara tetangga seperti Australia dan Malaysia.

“Saya ingin membawa tim menang di IC. Kalau tahun lalu, tim kami kalah lawan Gold Coast Australia. Apalagi sekarang timnya nambah jadi tantangannya lebih berat,” ungkapnya.

Ditanya mengenai persiapannya, Jisan mengaku diberi tugas oleh pelatih untuk melakukan berbagai latihan seperti drill shooting dan lay up

“Saya juga diberi tugas lari oleh pelatih. Ini untuk perbaiki fisik saya yang masih kurang,” ungkap gadis blesteran ini.

Namun, tugas-tugas tersebut baru bisa dilakukan tiga kali saja karena ada turnamen yang harus dijalaninya di Denpasar dan Gianyar.

Selain itu, dirinya juga rutin berlatih bersama ayahnya untuk mengasah kemampuan jelang DBL All Star. “Kalau sama ayah, saya biasa latihan shooting-shooting biar akurasinya tetap terjaga,” pungkasnya. (lit/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia