Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Tenis

AMAZING! Target 20 Emas Tercapai, Kunci 6 Besar PON Jabar

Kamis, 29 Sep 2016 08:00

AMAZING! Target 20 Emas Tercapai, Kunci 6 Besar PON Jabar

DEBUT DAN EMAS: Petarung Bali di kelas 49,1-52 kg Made Milantara memamerkan medali emas di GOR Padjajaran Bandung, kemarin (Alit Binawan/Radar Bali)

RadarBali.com - Target KONI Bali merengkuh 20 medali emas pada PON XIX Jabar 2016 akhirnya tercapai.

Sehari jelang penutupan kemarin (28/9), Bali sukses menambah dua emas dari cabor tarung derajat. Masing-masing dari Adip Gandadi Putra di kelas 70,1-75 kg, dan I Made Milantara di kelas 49,1-52 kg.

Keduanya menumbangkan lawan-lawannya pada babak final di GOR Padjajaran, Bandung. Adip mengalahkan petarung asal Jawa Timur Tessar Fachri dengan skor 3-0.

Sedangkan Made Milantara menumbangkan petarung Jawa Tengah, Kuswandi, juga dengan skor 3-0.

Sukses dua emas terakhir tersebut, membawa Bali tetap bertahan di posisi 6 perolehan medali sementara PON, yang direbut sejak hari Minggu lalu (25/9).

Total Bali merebut 20 emas dan mengunci posisi ke-6 di atas Papua dan Riau di posisi ke-7 dan 8.

Khusus bagi Adip Gandadi, ini juga merupakan medali emas terakhir bagi peraih emas PON Kaltim itu. Ini karena dia tidak bisa turun lagi pada PON 2020 di Papua karena sudah melebihi usia.

Batas usia seorang petarung untuk turun di PON adalah maksimal berumur 33 tahun. Sedangkan Adip sudah berusia 33 tahun pada PON tahun ini.

“Ini adalah PON terakhir saya dan saya bisa mencapai target untuk meraih medali emas. Saya bersyukur kepada Tuhan karena

saya diberikan kekuatan dan kemenangan di laga final hari ini (kemarin, red). Saya sangat bangga dan bersyukur untuk Bali,” tuturnya.

Dengan hasil yang diraihnya saat ini, dirinya berharap bisa menjadi pemicu semangat para junior-junior di tarung derajat. “Semoga bisa lebih baik lagi ke depannya,” terangnya.

Mengenai pertandingan kemarin, dirinya mengatakan memang sudah mematangkan strategi untuk bisa memenangkan pertandingan kemarin.

“Bermain tenang adalah kunci utama keberhasilan saya. Teknik yang sudah saya kuasai, saya keluarkan semua di final,” terang peraih medali emas PON 2008 di Kaltim tersebut.

Petarung yang juga bertugas sebagai anggota TNI di Korem 162/Wirabakti, Lombok tersebut juga mengatakan jika dirinya tidak

mengetahui bahwa emas yang diperolehnya kemarin adalah emas terakhir untuk Bali dan mengantarkan Bali mengamankan target 20 medali emas.

“Ini baru tahu kalau saya peraih medali terakhir. Saya sangat bangga sekali bisa menyumbang medali terakhir untuk Bali,” terangnya.

Sementara bagi I Made Milantara, ini merupakan medali emas pertama di debutnya pada PON. “Saya sangat bersyukur sekali dengan apa yang saya capai saat ini. Apalagi saya mampu menyumbangkan medali emas untuk Bali,” terangnya.

Dia menambahkan, jalannya pertandingan kemarin memang cukup ketat meski dirinya memenangkan pertandingan dengan skor 3-0.

“Sangat menegangkan. Dia (Kuswandi, red) adalah lawan saya di final Pra-PON lalu,” tuturnya. Medali emas yang sudah diraihnya

pada PON XIX/2016 kali ini khusus dipersembahkan kepada masyarakat Bali dan juga kampung halamannya Kabupaten Gianyar.

“Medali ini juga saya persembahkan untuk desa saya, Desa Ketewel,” tuturnya. Dengan hasil ini pula, dirinya sudah mulai menatap berbagai kejuaraan nasional dan juga PON 2020 di Papua.

“Ini adalah modal berharga bagi saya dan mudah-mudahan saya bisa mempertahankan apa yang saya raih saat ini di edisi PON selanjutnya,” terangnya.

Sementara itu, Tim Tarung Derajat Bali juga berhasil meraih medali perak setelah pada partai final kemarin I Nengah Sudika yang turun di kelas 64,1-67 kg dikalahkan oleh petarung tuan rumah Pian Sopian dengan skor 3-0. (lit/han/mus)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia