Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Tenis

Pede 20 Emas, Optimistis 6 Besar

Layar Kemarin Rebut 3 Emas

Rabu, 28 Sep 2016 20:00

Pede 20 Emas, Optimistis 6 Besar

Atlet layar mengakhiri 12 race yang dilombakan selama lima hari sejak 21 September 2016 lalu di perairan Pantai Balongan, Indramayu, Jabar (http://pon-peparnas2016jabar.go.id/)

RadarBali.com - Kontingen PON Bali semakin mendekati target 20 medali emas yang dicanangkan sejak awal oleh KONI Bali di PON XIX/2016.

Hal tersebut menyusul empat perolehan medali emas Selasa kemarin (27/9). Tiga dari selancar angin dan satu dari kriket putra.

Tiga emas dari selancar angin berhasil dipersembahkan oleh Nyoman Subagiasa yang turun di nomor Mistral putra, Nyoman Suartana yang turun di nomor RS One putra,

dan I Gusti Made Oka Sulaksana yang turun di nomor RSX putra di perlombaan terakhir di Pantai Balongan Indah, Kabupaten Indramayu, Jabar kemarin.

Kepastian tiga medali emas tambahan dari selancar angin kemarin, setelah mendapatkan konfirmasi dari Binpres KONI Bali, Nyoman Yamadhiputra.

“Hari ini ada tambahan tiga medali emas tambahan dari selancar angin. Jadi sekarang Bali sudah mengantongi 18 medali emas,” terangnya.

Sementara itu, Pelatih Selancar Angin PON Bali, Wayan Sujana saat dikonfirmasi usai pertandingan kemarin mengatakan, raihan lima medali emas sudah melampaui target awal yakni tiga emas.

“Ini sudah melebihi. Apalagi ada tambahan satu medali perunggu dari Gusti Candra Pertiwi Sulaksana yang turun di nomor RS One putri,” terangnya.

Dia mengatakan, perolehan dari ketiga peselancar angin yang meraih medali emas tersebut sebenarnya sudah tidak bisa dikejar lagi sejak race ke-10.

“Memang sudah tidak bisa dikejar lagi perolehan poin dari tiga atlet kami. Tapi hari ini (kemarin, red) kami tetap bertanding di dua race terakhir,” tuturnya.

Dari data yang diperoleh, Oka Sulaksana dan Nyoman Suartana meraih 12 poin dari 12 race yang telah dilalui.

Sedangkan Nyoman Subagiasa berhasil meraih 13 poin dari 12 race yang sudah dilaluinya. Sementara untuk Gusti Candra Pertiwi Sulaksana hanya berhasil meraih 25 poin dari 12 race dan berhak berada di posisi ketiga klasemen akhir.

“Regulasinya, setiap peselancar yang mampu finis di peringkat pertama, dia berhak mendapatkan satu poin. Begitu seterusnya.

Jadi hitungannya semakin kecil nilai yang didapat, dia yang akan memimpin klasemen,” tuturnya.

Meskipun meraih lima emas dan satu perunggu, tetapi ada satu peselancar angin yang belum mampu meraih medali yakni I Gusti Bagus Gopala Sulaksana yang turun di nomor Techno.

“Memang persaingannya ketat di nomor tersebut. Gopala masih muda dan masih bisa berkembang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi saat ditemui kemarin mengatakan, capaian 20 medali emas masih terbuka lebar karena tiga petarung yang lolos ke babak final hari ini.

Di perolehan medali, Suwandi juga optimistis bisa 6 besar, setelah Riau diprediksi sulit melampaui Bali. Jika sukses, ini berarti sejarah peringkat tertinggi Bali sepanjang sejarah PON, sejak PON I tahun 1948 silam di Surakarta (Solo).

 “Masih terbuka lebar peluangnya. Kalau sapu bersih, Bali bisa mengumpulkan 21 medali emas,” terangnya.

Selain itu, masih ada cabor kempo yang berpeluang menambah pundi-pundi medali emas dari tangan Erasmus Naris yang

turun di kelas 60 kg putra dan juga Nicolas Sila dari cabor atletik yang akan turun di nomor marathon pagi hari ini. (lit/han)

 

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia