Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Investasi

Luar Biasa! Realisasi KUR BNI Capai 99,98 Persen

Rabu, 28 Sep 2016 16:30

Luar Biasa! Realisasi KUR BNI Capai 99,98 Persen

Ilustrasi (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.com - Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) PT Bank Negeri Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Denpasar dengan bunga 9 persen per tahun di tahun 2016 ini

sudah mencapai Rp 599,87 miliar per Jumat (23/9) lalu. Sebagai catatan, target realisasi penyaluran KUR BNI hingga akhir tahun mencapai Rp 600 miliar.

Pemimpin Bisnis Banking BNI Kantor Wilayah Denpasar, Pardi di Denpasar, Selasa (27/9) mengatakan, target penyaluran KUR BNI Wilayah Denpasar yang meliputi Bali, dan Nusa Tenggara hingga akhir tahun mencapai Rp 600 miliar.

Adapun target masing-masing wilayah, yaitu  untuk  Bali mencapai Rp 300 miliar, NTB mencapai Rp 170 miliar, NTT mencapai Rp 130 miliar.

“Saat ini realisasinya sudah mencapai 99,98 persen atau sekitar Rp 599,87 miliar,” katanya. Menurutnya, penyaluran KUR  di BNI lebih dominan atau sekitar 90 persen bermain di ritel dengan maksimal pinjaman Rp 500 juta.

 Sedangkan untuk mikro yang maksimal pinjamannya Rp 25 juta masih tergolong kecil.  “Kami optimis target KUR hingga akhir tahun 2016 ini dapat terealisasi di bulan September ini,” ujarnya.

Penyaluran KUR lebih dominan dimainkan di ritel dikarenakan jaringan yang dimiliki BNI masih terbatas. Pasalnya, untuk menyentuh sektor mikro harus mempunyai  sumber daya manusia (SDM) yang banyak termasuk outlet.

“Pada awal memang kami prioritaskan untuk KUR ritel dulu karena dari sisi volume lebih cepat penyalurannya sebab jumlahnya lebih besar.

Selanjutnya setelah pencapaian 77 persen, kami lebih fokus dan banyak bermain di KUR mikro,” terangnya.

Meski nantinya target KUR di tahun 2016 ini telah terealisasi, menurutnya, BNI akan tetap menyalurkan KUR namun dalam upaya membantu daerah lain yang target KURnya belum terealisasi.

 “Secara nasional, target penyaluran KUR BNI mencapai Rp 11,5 triliun,” ungkapnya. Sementara itu, terkait NPL KUR, Pardi mengungkapkan,

secara keseluruhan di Bali Nusra NPL masih nol persen. Dan pihaknya optimis pembayaran kredit masih lancar dilakukan kalangan pelaku usaha. (ayu/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia