Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Tenis

Sukses Geser Papua, Ayo Waktunya Salip Kaltim

Selasa, 27 Sep 2016 09:00

Sukses Geser Papua, Ayo Waktunya Salip Kaltim

LESU: Tim Kriket Bali tertunduk lesu usai dikalahkan DKI di partai final kemarin (Alit Binawan/Radar Bali)

RadarBali.com - Bali berhasil berada di peringkat kedelapan klasemen sementara perolehan medali PON XIX/2016 setelah berhasil merebut satu medali emas, dua medali perak, dan dua perunggu Senin kemarin (26/9).

Dengan tambahan medali tersebut, Bali untuk sementara memperoleh 14 medali emas, 17 medali perak, dan 31 medali perunggu.

Dengan tambahan pundi-pundi emas tersebut, kontingen Bali berhasil menggeser Papua. Bali sendiri masih berpeluang menyalip Kaltim yang saat ini ada di posisi lima besar.

Seharusnya, Bali mampu mendulang dua medali emas kemarin. Namun, tim kriket putri Bali terpaksa meraih medali perak setelah

di laga final kemarin yang diselenggarakan di Stadion Persib, Bandung, Bali justru dikalahkan oleh DKI Jakarta dengan skor 93-94.

Pelatih Tim Kriket Putri Bali Frangky Shony usai pertandingan mengatakan, DKI sebenarnya terlihat unggul sejak awal pertandingan.

“Faktor teknis sebenarnya kami sudah kalah mengumpulkan skor di awal pertandingan. Ada beberapa pemukul yang gagal. Kalau segi kualitas, kami sama,” terangnya.

Namun, hanya satu faktor yang membedakan Bali dan Jatim. Hal tersebut adalah mental. “Kami memang kalah mental. Terlihat sekali kami kalah mental. Kalau dari jam terbang, kami juga kalah dari DKI,” ungkapnya.

Meskipun tidak  bisa memenuhi target bisa meraih medali emas, namun dirinya tetap bangga dengan  pencapaian anak asuhnya. “Kami hanya meraih dua medali perak di dua nomor yang kami ikuti,” ungkap Frangky.

Meskipun demikian, dirinya juga bangga anak asuhnya bisa mendominasi susunan pemain Timnas Kriket Indonesia yang akan berujicoba di Korea Selatan, tanggal 4 Oktober mendatang.

“Dari 14 pemain yang masuk timnas, enam pemain dari Bali. mereka semua akan melakukan training center di Bandung,” terangnya.

Selain itu, cabor renang juga berhasil menyumbangkan satu medali perak lagi melalui Dewa Gede Anom Artha Tenaya yang turun di nomor 5.000 meter renang perairan terbuka yang berlangsung di Pantai Tirtamaya, Indramayu kemarin.

Dengan hasil ini, Tim Renang PON Bali berhasil membuat sejarah baru dengan meraih satu emas, dua perak, dan satu perunggu.

Dewa Anom yang diwawancarai usai pertandingan mengatakan, dari awal pertandingan dirinya mengaku agak grogi karena ini adalah keikutsertaannya di PON untuk pertama kali.

“Jujur memang agak grogi tadi (kemarin, red),” ungkapnya. Dengan perolehan waktu 01:07:54 menit, dirinya hanya kalah dua detik saja dari perenang tuan rumah, Ricky Anggawidjaya yang berhasil mencatatkan waktu 01:07:52 menit.

“Saya kalah di daya tahan. Latihan daya tahan saya memang kurang,” ungkap siswa kelas XI SMAN 1 Denpasar tersebut.

Meskipun demikian, dirinya yang memang sejak awal tidak menargetkan meraih medali apapun di nomor renang perairan terbuka mengaku senang dan bangga atas apa yang dicapainya saat ini.

“Saya bahagia bisa menyumbang perak untuk Bali. Saya tidak menyangka bisa meraih ini,” ujar Dewa Anom yang turun juga di nomor 200 meter gaya kupu-kupu tersebut. (lit/mus)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia