Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Motorsport

Serunya Uji Nyali Diajang Dare to be Driven

Minggu, 14 Aug 2016 18:00

Serunya Uji Nyali Diajang Dare to be Driven

NGEPOT : Tiga puluh mobil beraksi di acara Dare To Be Driven parkiran Pantai Matahari Terbit, Sanur kemarin (13/8). (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

RadarBali.com - Slalom atau drifting pada sebagian orang akan mengira itu aksi yang sama. Slalom adalah adu kecepatan dengan meliuk-liukan mobil dalam melewati lintasan.

Sedangkan Drifting adalah tidak berpatokan pada waktu tapi keindahan meliuk-liuk di jalan terjal dengan mengandalkan roda belakang. 

Lintasan slalom   diatur dengan menggunakan cone berwarna merah dan hijau. Yang berbentuk zig zag ataupun angka delapan.

Yang terpenting, slalom juga berpatokan dengan waktu, yang tercepat adalah pemenangnya. Salah satu peserta lomba Dare To Be Driven,

Gusti Ngurah Agung  Suryanegara mengatakan, slalom  adalah sebuah hobinya yang digelutinya sejak lima tahun terakhir.

“Slalom adalah menaiki mobil melewati rintangan. Diberi dua warna cone, yang kanan merah yang kiri itu hijau,” ungkap lelaki berumur 22 tahun ini.

Agung mengakui, bahwa dia mendapatkan kepuasan tersendiri ketika mengendarai mobilnya dan mengenpot di sirkuit.

Dia juga menuturkan  berkat hobi ini  bisa keliling Indonesia untuk lomba Slalom. Selain itu juga, dia sudah mendapatkan sponsor untuk terus menjalani hobinya ini.

“Saya pernah dapat Juara nasional, dapat juara I  kelas Asalaon (kelas sedan, Red)  Slalom lomba di Surabaya 2011 , “ Ungkap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Saraswati ini.

Baginya, tidak perlu takut jika syarat untuk menjadi peslalom (pengemudi slalom, red) terpenuhi. Pertama keamanan mobil sepert ban, aki, dan kedua,  skill peslalom mengendalikan mobil.

“Kalau mobilnya bagus, tapi pembalapnya tidak pro akan bahaya. Maupun sebaliknya. Pembalapnya pro tapi mobilnya tidak aman, “ tuturnya.

 Waktu yang dicapai Agung tergolong sangat cepat, yakni 34 detik. Agung mengatakan bakatnya  menurun dari sang ayah. Selain itu, dia juga mencari ilmu ke Surabaya dan Palembang untuk memperdalam meliuk-liuk di sirkuit.

“Punya guru di Palembang, diundang ke sana untuk belajar, Akhirnya, saya naik mobil kesana untuk langsung belajar,” aku Agung.

Agung mengakui dia menekuni dunia slalom sejak berumur 17 tahun. Agung juga menambahkan, bahwa slalom di Bali belum dikenal luas, tidak seperti di luar Bali yang juga ada perlombaan tingkat nasional.

Reido Lardiza, Leader Project dalam acara tersebut mengatakan, acara slalom memang jarang diadakan di Bali.

Menurutnya, project yang ke delapan yang dikerjakan Dewata Project , untuk pertama kali membuat acara otomotif  yang digabungan dengan Disc Jockey (DJ) .

Dare to Be Driven ini sengaja diselenggarakan untuk memberikan wadah bagi pembalap, agar tidak balapan liar di jalanan,” ungkap Reido.

Reido mengatakan, slalom ini dilombakan yang sudah disesuaikan dengan  standar perlombaaan nasional. Reido mengatakan, cara ini pertama kali diadakan di Bali dengan penggabungan  Rave Party  dan otomotif.

Rave party adalah istilah acara yang dilakukan di outdoor.  Selain Dare To Be Driven terdapat kontes mobil, dan yang paling ditunggu-tunggu pengunjung adalah Lady Car Wash. (feb/mus)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia