Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Kriminal

Tiga Ton Daging Impor Diamankan, Ini Kata Karantina

Jumat, 10 Jun 2016 08:20

Tiga Ton Daging Impor Diamankan, Ini Kata Karantina

DAGING IMPOR: Polisi dari KP3 Gilimanuk dan Karantina Gilimanuk mengamankan 3 ton daging impor (Anom Suardana/Radar Bali)

RadarBali.com - Pengiriman daging sapi impor yang dilakukan perusahaan Aerofood ACS Garuda Indonesia dari Jakarta ke Denpasar tertahan di Gilimanuk.

Pasalnya daging sapi impor dari Australia itu tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari Karantina antar area dan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). 

Penanggung Jawab Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk I Nyoman Budiarta, mengatakan, pengiriman daging sapi impor dari Austrailia itu sebenarnya tidak dilarang.

Tetapi karena dikirim antar area lagi tidak dilengkapi dengan sertifikat dari Karantina dan SKKH dari asal pengiriman maka sementara diamankan di Karantina.

“Kita berikan waktu dua hari untuk melengkapi semua dokumen itu.  Jika selama dua hari tidak bias melengkapi kami akan koordinasikan

 ke balai untuk tindakan selanjutnya, apakah ditolak atau dimusnahkan nanti Balai yang memutuskan,” ungkapnya.

Menurut Budiarta, daging sapi impor itu bukan untuk dijual kepada masyarakat umum tetapi khusus untuk diolah untuk chatering pesawat terbang.

Di sisi lain Amroni, sopir mobil box mengaku, tidak tahu kalau pengiriman daging sapi impor itu harus dilengkapi dokumen dari daerah asal dan SKKH.

“Saya kira dokumen yang diberikan itu sudah lengkap. Ternyata tidak. Saya baru sekali mengangkut daging. Biasanya saya mengangkut sayur dan buah-buahan,” ungkapnya. (nom/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia