Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Bali Utama

Penebas Pentolan Ormas Pakai Cadar, tapi Nopol Kendaraan Terlacak

Minggu, 05 Jun 2016 10:00

Penebas Pentolan Ormas Pakai Cadar, tapi Nopol Kendaraan Terlacak

LOKASI PENEBASAN: Di tempat inilah Dewa Artawan ditebas dua pelaku bercadar hingga tewas (Istimewa)

RadarBali.com - Tanda tanya besar masih menyelimuti insiden penebasan membabi buta terhadap Dewa Gede Artawan, 31, di Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Sukawati Gianyar pada Jumat (3/6).

Kapolres Gianyar AKBP Waluya yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyebut, cadar yang digunakan ketiga pelaku membuat pihaknya sulit membuat sketsa wajah.

Meski demikian, diakuinya, berdasar pemeriksaan saksi-saksi polisi berhasil mendeskripsikan postur tubuh ketiganya.

Yang terpenting, terang AKBP Waluya pihaknya pun sudah mengantongi nomor polisi dua dari tiga mobil yang dikendarai para penebas tersebut.

“Dua dari tiga nomor plat mobil sudah diketahui. Namun, belum bisa dibeberkan untuk kepentingan penyelidikan,” ucapnya.

Untuk mengungkap kasus ini, Polres Gianyar kini sudah di-back up oleh Polda Bali. Bagaimana dengan penelusuran mobil pelaku ?

“Sedang berjalan, kami koordinasi dengan pihak samsat,” tandasnya. “Kroscek dilakukan untuk mengetahui siapa pemilik mobil, posisinya di mana.

Setelah itu didapat maka akan diketahui siapa yang terakhir mengendarai mobil-mobil itu,” tegas AKBP Waluya.

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden berdarah itu terjadi setelah rombongan ormas berjumlah sekitar 150 orang melayat

untuk yang kedua kalinya ke rumah Ketua DPC Laskar Bali, Alit Rama lantaran orang tuanya meninggal dunia.

Rombongan melayat sekitar pukul 11.00 dan membubarkan diri sekitar pukul 13.30. Rombongan yang pulang menggunakan

kendaraan roda empat sebagian besar menuju arah Denpasar melewati By Pass Ida Bagus Mantra dan dikawal aparat kepolisian.

Sementara tiga orang yang menggunakan sepeda motor melewati Jalur Sukawati Batubulan tanpa pengawalan.

Sekitar pukul  14.14 terjadi keributan di simpang empat Desa Batuan. Keributan itu diawali dengan serempetan sepeda motor dengan kendaraan roda empat jenis  Avansa dan Ertiga.

Diduga korban sempat diserempet mobil dan jatuh. Dua korban lainnya luka lecet-lecet dan satu korban lainnya dikejar oleh orang-orang yang memakai cadar.

Karena bercadar, polisi tak mau berspekulasi dalam mengungkap para penebas di siang hari bolong itu. (ken/mus)



 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia