Rabu, 22 Nov 2017
radarbali
Kriminal

Polisi Setop Laju Kuda Jingkrak, yang Turun Wanita Cantik

Selasa, 03 May 2016 00:39

Polisi Setop Laju Kuda Jingkrak, yang Turun Wanita Cantik

Suara gahar mesin mobil dan warna merah mengundang mata memandang. Apalagi, pengemudinya adalah seorang wanita yang berparas cantik berinisial JT. (Bali Express News/JawaPos.com)

DENPASAR – Laju mobil Ferrari 599 GTB Fiorano Nopol B 7 EENI yang melintasi Jalan Gajah Mada Denpasar, Kamis (28/4) lalu sekitar pukul 07.42 Wita menjadi pusat perhatian. 

Suara gahar mesin mobil dan warna merah mengundang mata memandang. Apalagi, pengemudinya adalah seorang wanita yang berparas cantik berinisial JT. 

Usut punya usut, pengemudi mobil seharga Rp 6,5 miliar itu disetop bukan tanpa alasan. Pasalnya, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) alias plat nomor atau nomor polisi (nopol) mobil itu dimanipulasi.

Informasi yang berhasil dihimpun Bali EXpress (Jawa Pos Group), Minggu (1/5) menyebutkan, plat nopol mobil itu jika di perhatikan dan sambung jadinya: JEENI. Nah, sesuai aturan plat aluminium tanda kendaraan bermotor di Indonesia terdaftar pada Kantor Bersama Samsat. 

Pada sudut kanan atas dan sudut kiri bawah terdapat tanda khusus (security mark) cetakan lambang Polisi Lalu Lintas dan pada sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri ada tanda khusus cetakan “KORLANTAS POLRI” (Korps Lalu Lintas Kepolisian RI) yang merupakan hak paten pembuatan TNKB oleh Polri dan TNI.

Mirisnya, pemalsuan yang dilakukan JT lebih karena kebutuhan gaya hidup; agar plat nopol sesuai atau matching dengan kondisi mobil yang “wah” itu.

Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Nuryana mengatakan, modifikasi plat nomor kendaraan dilarang dan sudah secara spesifik tertulis pada pasal 280 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. 

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dipasangi TNKB yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan kurungan 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu,” ucapnya. 

Ditambahkan Nuryana, hal tersebut juga ditegaskan dalam Pasal 39 ayat (5) Perkapolri 5/2012 yang mengatakan bahwa TNKB yang tidak dikeluarkan oleh Korlantas Polri dinyatakan tidak sah dan tidak berlaku. 

“Dengan demikian, plat nomor kendaraan yang Anda sebutkan jika dipalsukan (tidak dikeluarkan oleh Korlantas Polri) merupakan pelat nomor kendaraan yang tidak sah dan tidak berlaku,” terangnya. 

Nuryana mengimbau para pengendara agar taat kepada peraturan. Kesadaran itu, ungkapnya akan membantu tugas polisi menekan jual beli mobil ilegal. (ken/rdr/dot)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia