← Beranda

Jelang Penetapan Hasil Pileg 2024, RSUD Jombang Siapkan Ruang Khusus Berpagar Besi untuk Antisipasi Pasien Caleg Depresi

Nanda Pramudya Fadli IllahiSenin, 18 Maret 2024 | 15.00 WIB
Ilustrasi Covid-19. Dok. JawaPos

 

JawaPos.com -  Mendekati penetapan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 ini, RSUD Jombang mulai mempersiapkan tempat tidur atau bed tambahan dan juga perawat yang akan siaga di Poli Jiwa. Hal itu sebagai bentuk antisipasi jika nantinya ada caleg yang mengalami gejala depresi setelah gagal menang di ajang kontestasi politik tersebut.

Meskipun begitu, Direktur RSUD Jombang, Dr dr Mamurotus Sadiyah MKes menyampaikan sampai saat ini belum ada pasien di Poli Jiwa yang merupakan caleg.

“Sejauh ini Poli Jiwa belum ada pasien,” ujarnya seperti dilansir dari Radar Jombang (JawaPos Group).

Dalam menghadapi penetapan hasil Pileg 2024, pihaknya telah melakukan beberapa persiapan. Di antaranya melakukan penambahan bed atau tempat tidur di ruang perawatan dan ruang HCU. Serta menyiagakan perawat di Poli Jiwa.

“Termasuk beberapa alat untuk memantau aktivitas otak pasien,” kata dia.

Ia mengungkapkan bahwa sejauh ini memang sudah ada pasien dari unsur caleg yang menjalani perawatan di RSUD Jombang. Tetapi, pasien itu tidak menderita depresi atau gangguan jiwa. Melainkan karena riwayat penyakit yang memang sudah dideritanya.

“Ada pasien lama, bukan karena proses pemilu ini,” ungkapnya.

Menurutnya, RSUD Jombang memang saat ini masuk dalam tiga besar penanganan pasien gangguan jiwa di Provinsi Jawa Timur. Maka dari itu, sebagai bentuk peningkatan pelayanan masyarakat pihaknya telah menyiapkan ruang khusus bagi caleg yang mengalami depresi akibat gagal di Pileg 2024 ini.

Ia menyampaikan bahwa ruang khusus yang telah disiapkan pihaknya itu diberi pengaman berupa pagar besi. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dari pasien.

“Namun, sebisa mungkin kita tangani dulu di psikolog. Jadi sebelum pasien jatuh ke gangguan jiwa berat, kita tangani layanan jiwa secara dini,” pungkasnya.

EDITOR: Dimas Ryandi