JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
menyesalkan terjadinya tindak kekerasan dan penyiksaan yang diduga dilakukan oknum TNI terhadap relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah. Peristiwa itu mengakibatkan relawan Ganjar-Mahfud sebanyak tujuh orang mengalami luka-luka.
“Kami protes keras atas tindakan oknum TNI tersebut. Para oknum TNI tersebut bertindak seperti itu diduga karena ada elemen-elemen di dalam TNI yang jadi simpatisan Pak Prabowo karena sama-sama berlatar belakang militer. Padahal Prabowo sudah diberhentikan dari TNI," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (31/12).
PDI Perjuangan, lanjut Hasto, meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secepatnya menindak oknum TNI tersebut, agar tidak mencederai netralitas TNI. Hal ini juga untuk menjaga nama baik TNI.
“Nama baik TNI, juga POLRI dan aparatur negara lainnya, jangan dikorbankan dengan aksi oknum-oknumnya. Karena itulah Panglima TNI dan Kapolri harus menegaskan kembali netralitas itu," tegas Hasto.
"Sebab struktur TNI/Polri itu komando. Jika pucuk tertinggi netral dan ditegakkan dengan penuh disiplin, maka yang di bawah juga akan taat dan berdisiplin," sambungnya.
Hasto meyakini, TNI dan Polri akan menempatkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara di atas segalanya. Sebab, nama baik TNI-Polri sangat baik, karena sejarahnya menjaga NKRI.
"Sikap partisan sebagaimana terjadi di Boyolali bisa merusak nama baik itu sehingga harus ditindak tegas," pungkas Hasto.