← Beranda

Din Syamsudin: Palestina yang Pertama Kali Mengakui Kemerdekaan Indonesia

Tazkia Royyan HikmatiarMinggu, 5 November 2023 | 17.26 WIB
Din Syamsuddin

JawaPos.com - Penggagas Aksi Rakyat Bela Palestina Din Syamsudin menyatakan bahwa aksi yang dihadiri lautan manusia ini di Monas, Jakarta Pusat, adalah bentuk tenggang rasa rakyat Indonesia terhadap bangsa Palestina.

Ia menyatakan bahwa bentuk tenggang rasa ini sudah semestinya dijunjukkan rakyat Indonesia karena Palestina adalah bangsa yang pertama-tama mengakui kemerdekaan Indonesia di tahun 1944.

"Palestina, rakyat Palestina adalah yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia. Inilah antara lain alasan kita melakukan aksi semacam ini untuk membela kemerdekaan Palestina," kata Din di hadapan ribuan massa di atas panggung, Minggu (5/11).
 
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menyebutkan bahwa pada 6 September 1944 saat itu, melalui Radio di Berlin, Jerman, Al-Khusaini menyatakan pengakuannya terhadap kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Disambut Ribuan Masyarakat, Menlu Retno Bacakan Puisi 'Palestina Saudaraku' di Monas
 
"Bentuk kebersamaan kita seluruh komponen, lintas agama, lintas kelompok, parpol, maka saya minta tunjukkanlah kebersamaan, berpegang teguhlah pada akhlak mulia untuk saling menghargai, bertenggang rasa," pungkas Din.
 
Baca Juga: Deretan Pejabat Negara Ikut Hadir di Aksi Bela Palestina
 
Sebelumnya, ribuan orang tak ada hentinya bergerak ke arah Monas, Jakarta Pusat. Massa yang bergerak untuk mengikuti Aksi Bela Palestina itu tampak dihadiri berbagai latar belakang. Mulai dari usia maupun daerah.
 
Pantauan JawaPos.com di lokasi, tampak di jalanan mulai dari Jalan Budi Kemuliaan orang-orang sudah mulai penuh dan jalan kaki. Orang-orang dengan pakaian koko hingga dominasi hitam-hijau-putih-merah juga tampak terus bergerak ke arah panggung utama Monas.
 
Sementara itu, anak-anak kecil juga tampak banyak yang dibawa dalam Aksi Bela Palestina ini. Ada yang digendong, ada yang jalan kaki sembari dituntun, ada juga yang bahkan menggunakan kursi roda. 
 
Semua serempak berjalan masuk ke Monas menuju arah panggung. Di sana, bendera-bendera Palestina dan Indonesia sudah saling berdampingan, beberapa kali disapu angin. 
 
Di panggung utama itu juga tampak acara dimulai dengan pembacaan undang-undang tahun 1945 yang menyatakan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.
EDITOR: Dimas Ryandi